PONOROGO (Realita)- Terungkapnya keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG) Banyudono 01 yang berada tepat di bawah kandang burung, hingga berujung relokasi lokasi dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) itu ketempat baru dalam 3 bulan. Membuat Badan Gizi Nasional ( BGN) mempertanyakan proses penerbitan Surat Layak Higienis dan Santasi ( SLHS) yang diterbitkan oleh Dinkes Ponorogo.
Hal ini diungkapkan Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang saat melakukan inspeksi mendadak ( Sidak) ke SPPG milik Devieta, Senin (09/02/2026) lalu.
Nanik mempertanyakan dasar Dinkes Ponorogo mengeluarkan SLHS terhadap SPPG yang terbukti berada di bawah kandang burung Walet itu.
“ Orang kayak gini kok lolos SLHS. Nanti bupatinya saya komplain juga,” ujarnya melalui aku tiktok resminya @naniksdeyang.
Tidak hanya itu, dalam sidak itu, Nanik juga menemukan fakta lokasi WC yang berada tepat di depan dan merupakan tempat droping makanan setelah di masak. Dapur di bawah naungan Yayasan Wanacatra Indonesia ini juga didapati tidak memiliki Water Heater ( jaringan air panas) sehingga relawan dapur menggunakan kompor untuk memasak air. Serta hanya memiliki dua pintu ( loading dan distribusi) sedangkan sesuai Juknis SPPG harusnya ada 3 pintu (loading, distribusi, dan cuci ompreng).
“ Tapi dapat tiga dapur juga, edan kan, gila kan. Nggak tahu juga ini kok bisa lolos. Pertama sudah jelas dibwah burung Walet, ke dua sudah salah secara teknis ini sudah salah,” pungkasnya. znl
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-46780-sppg-di-bawah-kandang-burung-bgn-kritik-dinkes-ponorogo-keluarkan-slhs