CILEGON (Realita)- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan menjadi momentum strategis untuk memperkuat pendidikan karakter peserta didik di seluruh satuan pendidikan. Hal tersebut disampaikan Heni saat diwawancarai, Selasa (17/2/2026).
Menurut Heni, nilai-nilai Ramadhan seperti kesabaran, empati, kebersamaan, dan kepedulian sosial dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran.
“Ramadhan bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga penguatan karakter. Nilai-nilai tersebut dapat diinternalisasikan melalui kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas pendukung di sekolah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama Ramadhan sekolah didorong mengintegrasikan nilai religius dalam kurikulum serta menyelenggarakan kegiatan keagamaan, seperti tadarus Al-Qur’an, salat tarawih bersama, dan kultum.
Selain itu, kegiatan sosial seperti bakti sosial dan santunan anak yatim juga dianjurkan untuk menumbuhkan kepekaan sosial peserta didik.
Terkait kegiatan belajar mengajar, Dindikbud Kota Cilegon melakukan penyesuaian agar proses pendidikan tetap berjalan optimal tanpa mengganggu ibadah siswa.
Penyesuaian tersebut antara lain pengaturan jadwal belajar yang lebih fleksibel, kegiatan pembelajaran yang lebih ringan dan kreatif, pemberian waktu istirahat yang cukup, serta pembatasan kegiatan luar ruang yang bersifat menguras energi.
“Materi pembelajaran juga diarahkan agar relevan dengan nilai-nilai Ramadhan, sehingga siswa tetap fokus belajar sekaligus mendapatkan pembelajaran karakter,” kata Heni.
Lebih lanjut, Heni menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua selama Ramadhan. Orang tua diharapkan dapat mendampingi anak dalam mengatur waktu belajar, ibadah, dan istirahat, serta memberikan motivasi dan asupan makanan sehat. Sementara itu, sekolah berperan mengatur jadwal, mendukung kegiatan ibadah, memberikan tugas yang proporsional, serta menjalin komunikasi aktif dengan orang tua.
Di akhir keterangannya, Heni menyampaikan pesan kepada seluruh insan pendidikan. Kepada guru, ia mengajak untuk menjadikan Ramadhan sebagai sarana meningkatkan spiritualitas dan profesionalisme.
Kepada siswa, ia berharap Ramadhan dimaknai sebagai waktu untuk memperkuat iman, belajar, dan berbagi kebaikan. Sementara kepada orang tua, Heni mengimbau agar terus memberikan teladan dan pendampingan agar anak dapat menjalani Ramadhan dengan nyaman, aman, dan bermakna.
“Dengan sinergi antara sekolah, orang tua, dan peserta didik, kami berharap Ramadhan dapat memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter generasi muda di Kota Cilegon,” pungkasnya.fauzi
Editor : Redaksi