Audiensi lintas perangkat daerah dorong inovasi teknologi dan kolaborasi berkelanjutan

Wakil Bupati Malang Gandeng FPIK UB Perkuat Hilirisasi Produk Perikanan dan Sinergi Antar-Sektor

Advertorial

MALANG — Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, mengundang Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya dalam audiensi strategis yang digelar di Ruang Sri Rajasa, Jalan Merdeka Timur No. 3, Kamis (23/4/2026).

Pertemuan ini melibatkan sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Malang, dengan fokus memperkuat sinergi pengembangan sektor perikanan dan kelautan berbasis inovasi.

Dalam audiensi tersebut, Wakil Bupati Malang menekankan pentingnya dukungan teknologi untuk meningkatkan daya saing produk olahan hasil laut, khususnya yang dikelola oleh kelompok perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, sektor UMKM menjadi salah satu penyumbang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang.

“Kami melihat perlu adanya inovasi teknologi untuk memperpanjang masa simpan produk olahan laut, terutama yang dikelola oleh kelompok perempuan berdaya. Ini penting agar produk memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Lathifah Shohib dalam forum tersebut.

Dari sisi akademik, keterlibatan FPIK Universitas Brawijaya dinilai strategis dalam menjembatani kebutuhan teknologi dan riset terapan yang dapat diimplementasikan langsung di masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi berlanjut dalam bentuk program nyata seperti pendampingan teknologi pengolahan hasil perikanan, peningkatan kualitas produk, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Firmansyah, menyampaikan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan Universitas Brawijaya telah berjalan secara intens, khususnya dalam pengembangan program garam di wilayah pesisir Malang.

“Kami sudah cukup intens bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, terutama dalam program pengembangan garam. Ke depan, sinergi ini diharapkan dapat diperluas ke sektor pengolahan dan pemasaran hasil perikanan,” ungkapnya.

Audiensi ini menjadi forum koordinasi lintas sektor yang mempertemukan pemangku kepentingan dari pemerintah daerah dan akademisi untuk merumuskan langkah strategis bersama. Keterlibatan berbagai dinas menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam mengintegrasikan aspek pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, hingga penguatan stabilitas sosial dalam pembangunan sektor perikanan dan kelautan.

Sebagai hasil awal, seluruh pihak yang terlibat sepakat untuk memperkuat sinergi melalui program kolaboratif yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah produk perikanan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Peran FPIK Universitas Brawijaya dalam menyediakan basis keilmuan dan inovasi diharapkan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat Kabupaten Malang.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru