DPRD Temukan Retakan di Pasar Besar Matahari, Diduga Dipicu Beban Pot Air

Advertorial

MALANG – Komisi B DPRD Kota Malang menemukan keretakan pada tembok lantai 4 sisi timur Pasar Besar Matahari saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Selasa (14/4) siang.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pedagang dan pengunjung.

Dalam peninjauan itu, anggota dewan melihat langsung retakan pada struktur bangunan yang cukup mengkhawatirkan. Kerusakan diduga dipicu beban berlebih dari pot yang menampung air hujan tanpa sistem drainase, sehingga menambah tekanan pada konstruksi bangunan.

Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Eddy Widjarko, menegaskan kondisi tersebut harus segera ditangani untuk mencegah risiko yang lebih besar. Ia mendorong pembongkaran pot maupun bagian bangunan yang berpotensi menimbulkan bahaya.

“Ini berisiko bagi keselamatan masyarakat. Penanganan harus segera dilakukan, termasuk pembongkaran pada bagian yang membebani struktur,” ujarnya.

Menurutnya, langkah penanganan tidak cukup hanya dengan peninjauan berulang tanpa tindakan konkret. Ia meminta adanya upaya cepat sebagai langkah darurat demi melindungi aktivitas di kawasan pasar.

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, juga mendesak Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang segera mengambil langkah teknis, termasuk pembongkaran pada bagian yang bermasalah.

 

“Kami mendorong penanganan segera agar tidak menimbulkan risiko lebih lanjut,” kata Bayu.

 

Ia menambahkan, anggaran pemeliharaan insidental pasar telah tersedia dalam APBD Kota Malang sehingga dapat dimanfaatkan untuk penanganan cepat.

 

Komisi B menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar penanganan dilakukan secepat mungkin. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan potensi bahaya serta menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di Pasar Besar Matahari.mad

Editor : Redaksi

Berita Terbaru