Haul Bung Karno ke-56 Digelar di Wisma Bima Shakti, Kenang Jejak Sang Proklamator di Selecta 

BATU (Realita)- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Batu menggelar doa bersama dalam rangka memperingati Haul ke-56 Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di Wisma Bima Shakti, Taman Rekreasi Selecta, Sabtu (20/6/2026) malam.

Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Wisma Bima Shakti memiliki nilai historis yang kuat karena pernah menjadi tempat Bung Karno menginap dan merenung saat memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Menurut catatan sejarah, Bung Karno pernah menginap selama 15 hari di Wisma Bima Shakti pada tahun 1942. Ia juga kembali mengunjungi tempat tersebut pada tahun 1948. Jejak sejarah itulah yang menjadi inspirasi DPC PDI Perjuangan Kota Batu untuk menggelar haul di lokasi tersebut.

Kegiatan ini dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu Saifudin Zuhri, Sekretaris DPC Khamim Tohari, Dewanti Rumpoko, Punjul Santoso, Asmadi, tokoh senior partai, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus PAC, kader, serta simpatisan PDI Perjuangan se-Kota Batu.

 

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Saifudin Zuhri mengulas perjalanan hidup Bung Karno, mulai dari masa kelahiran pada tahun 1901 hingga menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB).

 

Ia juga menyoroti berdirinya Partai Nasional Indonesia (PNI) pada tahun 1927 yang didirikan Bung Karno dengan ideologi Marhaenisme untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat kecil.

 

“Bung Karno mendirikan PNI dengan cita-cita membebaskan kaum marhaen dari kemiskinan dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Saifudin.

 

Ia menambahkan, Wisma Bima Shakti memiliki ikatan sejarah yang erat dengan Bung Karno sehingga keberadaannya perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan perjuangan bangsa.

 

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Khamim Tohari, mengatakan bahwa Wisma Bima Shakti merupakan tempat yang memiliki makna khusus bagi partainya karena pernah menjadi lokasi Bung Karno mencari inspirasi demi kepentingan bangsa dan negara.

 

“Melalui doa bersama ini, kami mengenang jasa dan perjuangan Bung Karno dari tempat yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi kami. Karena itu, kami mengundang tokoh senior partai, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader, dan simpatisan untuk bersama-sama mendoakan beliau,” kata Khamim.

Kegiatan haul berlangsung khidmat dan menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneladani semangat perjuangan Sang Proklamator dalam membangun bangsa. (Ton)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru