PASURUAN – Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober mendatang, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Probolinggo memperkuat keandalan sistem penyaluran listrik di wilayah Pasuruan.
Upaya tersebut dilakukan dengan mengganti Current Transformer (CT) di Gardu Induk (GI) 150 kV Gondangwetan, Jumat (18/9/2026).
Penggantian peralatan tersebut merupakan langkah preventif PLN untuk memastikan kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem penyaluran listrik, khususnya di wilayah Jawa Timur hingga Bali.
Pekerjaan penggantian CT di GI 150 kV Gondangwetan diselesaikan dalam waktu satu hari. Sebanyak delapan personel gabungan dari UPT Probolinggo dilibatkan dalam proses tersebut.
Sebelum penggantian dilakukan, PLN terlebih dahulu melaksanakan pengujian dan assessment terhadap kondisi peralatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penurunan performa pada CT sehingga diperlukan penggantian sebagai bagian dari peremajaan Material Transmisi Utama (MTU).
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan pemeliharaan tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga kesiapan dan keandalan sistem penyaluran listrik.
“Pemeliharaan ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan kebutuhan yang dilakukan berdasarkan hasil assessment dan pengujian terhadap performa peralatan. Ketika ditemukan indikasi penurunan performa, peralatan harus segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi gangguan yang berpotensi memengaruhi keandalan pasokan listrik,” ujar Ika.
Menurut Ika, penggantian CT di GI 150 kV Gondangwetan merupakan bentuk tindakan preventif berdasarkan hasil assessment kondisi peralatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan keandalan sistem sekaligus mengantisipasi potensi gangguan sebelum berdampak kepada pelanggan.
“Penggantian MTU ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi optimal. Prinsipnya, kami melakukan tindakan sedini mungkin terhadap peralatan yang menunjukkan penurunan performa, sehingga potensi gangguan dapat diminimalkan,” tambahnya.
Selain aspek keandalan, PLN juga memastikan seluruh proses pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Setiap personel yang terlibat diwajibkan mengikuti prosedur operasi standar (SOP) keselamatan ketenagalistrikan serta menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai ketentuan.
Ika menambahkan, penggantian CT tersebut sekaligus menjadi bagian dari kesiapan PLN menghadapi berbagai agenda nasional, termasuk peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober mendatang.
“Kesiapan infrastruktur kelistrikan menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan aktivitas masyarakat, pemerintahan, dunia usaha, serta berbagai kegiatan lainnya dapat berlangsung dengan dukungan pasokan listrik yang andal,” katanya.
“Tidak hanya sebagai kegiatan preventif, penggantian CT di GI Gondangwetan ini juga kami lakukan untuk memastikan kesiapan dan keandalan pasokan kelistrikan menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila. PLN terus berupaya maksimal menghadirkan sistem penyaluran yang andal, baik untuk wilayah Jawa Timur maupun hingga Pulau Bali, sehingga pelanggan dapat menikmati listrik yang aman dan berkualitas,” pungkas Ika.
Melalui pemeliharaan berbasis assessment dan tindakan preventif tersebut, PLN UIT JBM terus memperkuat kesiapan infrastruktur transmisi sebagai bagian dari upaya menjaga kontinuitas pasokan listrik. Keandalan sistem penyaluran diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta sektor pariwisata di Jawa Timur dan Bali. tyan
Editor : Redaksi