JAKARTA (Realita)- Industri properti dan hospitality berubah cepat! Tak cukup punya aset, tapi harus pintar mengelola.
Muhammad Ajil, Komisaris Utama PT Bhinneka Properti Indonesia, lewat Tamastu tawarkan pendekatan baru: optimalisasi aset, efisiensi operasional, dan model bisnis yang adaptif.
Berbekal pengalaman sejak 2020, Ajil justru melihat peluang di tengah pandemi. Saat hotel sepi, ia sulap fasilitas akomodasi jadi ruang kerja alternatif untuk WFH.
*Tamastu Dorong Optimalisasi Aset*
Tamastu fokus mengelola hotel, resort, hunian, dan properti akomodasi dengan memperhatikan lokasi, potensi pasar, dan kesiapan operasional.
Ajil menilai, pemilik properti butuh pengelolaan profesional: mulai pemasaran digital, penetapan harga, pengawasan operasional, hingga kualitas pelayanan.
"Kita riset dulu sesuai kebutuhannya, nanti di sana demand-nya apa," ujar Ajil, Sabtu (17/10/2026).
*Inovasi Hybrid Kos dan Dynamic Pricing*
Salah satu terobosan Tamastu adalah *Hybrid Kos*, model hunian fleksibel yang bisa disewa harian, mingguan, hingga bulanan. Jangkau pasar lebih luas dibanding kos konvensional.
Didukung strategi pemasaran digital dan pengelolaan pendapatan berbasis platform online, analisis hunian, dan penerapan harga dinamis (dynamic pricing).
*Kembangkan Small Resort Hidden Gem*
Ajil juga mengkaji konsep small resort berkarakter hidden gem yang tawarkan privasi, kenyamanan, dan pengalaman *digital detox*, mengurangi ketergantungan gadget saat liburan. Cocok untuk individu, keluarga, hingga corporate gathering.
Masa depan bisnis properti, kata Ajil, bukan soal jumlah aset, tapi kemampuan adaptasi, SDM siap, dan keputusan investasi tepat.
Melalui inovasi dan profesionalisme, Tamastu siap jadi mitra pemilik aset untuk pertumbuhan bisnis berkelanjutan.(Kik)
Editor : Redaksi