Viral, Penumpang Alphard Maki Polisi, Masyarakat: Paling Minta Maaf?

Advertorial

TASIKMALAYA (Realita)- Para pengguna media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video menampilkan seorang penumpang pria penumpang Alphard Hitam sedang memaki anggota Polri dan seorang Kapolsek di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat. Video tersebut juga di unggah akun Tik Tok juga dibagikan @jon.86

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Ibrahim Tompo mengatakan sosok yang memaki polisi tersebut bernama Periyanto.

“Kejadiannya di Pos Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Ibrahim dikutip dari JPNN ketika dikonfirmasi, Jumat (6/5/2022)

Kabid Humas Polda Jabar menjelaskan, anggota sedang melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan demi kelancaran pengendara, sehingga tak semestinya Periyanto membentak dan memaki anggota kepolisian.

“Rekayasa lalu lintas sudah ditentukan oleh manajemen pengaturan dan anggota tidak mengubah lagi. Namun, dia hanya menjalankan pengaturan dan memperlancar arus lalu lintas,” kata Ibrahim. 

Ibrahim menyayangkan insiden itu, tak sepantasnya pria memaki petugas yang sedang menjalankan tugasnya.

“Kami prihatin melihat kejadian seperti ini. Di saat anggota melakukan pengaturan untuk mengatur kepentingan masyarakat umum,” lanjutnya.

Dari hasil penelusuran, sosok yang dimaki Periyanto adalah Kapolsek Sukaresik Iptu Asep Saefuloh dan anggota polantas. 

Di tempat terpisah Ratna (32) salah satu warga Tasikmalaya ketika dimintai tanggapannya terkait insiden tersebut

"Ah...biasa kalau orang kaya mah nti abis viral juga minta maaf. Ga mungkin ada sanksi kecuali kita ini, baru ada sangsi. Harusnya tak sepantasnya pria tersebut seperti itu, kepada polisi," pungkasnya.tom

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Pemilik Toko Ditembak Mati

JOHANNESBURG (Realita)- Kamis pagi pukul 09:21, sebuah insiden mengerikan terjadi di Albertskroon, Johannesburg, di mana seorang pemilik toko setempat ditembak …

Gadis 12 Tahun Ditikam hingga Tewas

ALTA (Realita)- Kepolisian Sipil Nasional (PNC) memberikan rincian lebih lanjut pada hari Selasa, 3 Maret, terkait kasus tewasnya seorang gadis berusia 12 …