Rusak Sejak 2002, Gedung SDN 2 Karpat Ponorogo Digelontor Rp 142 Juta untuk Perbaikan

realita.co
Wakil Ketua DPRD Ponorogo Anik Suharto saat melihat ruang kelas SDN 2 Karangpatihan yang rusak.

PONOROGO (Realita)-Asa 82 siswa SDN 2 Karangpatihan Kecamatan Pulung untuk mendapat sekolah layak terjawab sudah. Ini setelah Dinas Pendidikan (Dindik) akhirnya mengalokasikan dana perbaikan gedung sekolah yang rusak sejak 2002 itu. 

Hal ini diungkapkan, Kabid Pembinaan SD Dindik Ponorogo, Edi Supriyanto. Ia mengatakan tahun ini perbaikan gedung SDN 2 Karangpatihan akan dilakukan, dengan alokasi anggaran mencapai Rp 142 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2022. 

Baca juga: Ratusan Peternak Sapi Perah di Pudak Ponorogo Belum Terproteksi Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Turun Gunung

" Dana sudah turun tinggal realisasi saja. Dari DAU Rp 142 juta. Mulai dikerjakan Agustus," ujarnya, Selasa (16/08/2022). 

Edi mengaku, awalnya mengajukan 3 ruang kelas di SDN 2 Karpat untuk diperbaiki lantara kondisinya yang mengenaskan. Namun oleh Pemerintah pusat hanya disetujui satu ruangan saja.

Baca juga: Idul Adha 1447 H: PDI Perjuangan Salurkan Sapi Kurban, Sasar Wilayah Pelosok Ponorogo 

" Untuk tiga kelas itu kita usulkan, perkiraan Rp 400 sampai Rp 500 juta. Tapi hanya satu yang di acc," ungkapnya.

Pihaknya mengaku untuk perbaikan 2 ruang kelas yang masih rusak akan diusulka  pada PAK tahun ini. 

Baca juga: Prihatin Nasib Ribuan Guru Honorer Non-Dapodik, DPRD Ponorogo Carikan Solusi

" Akan kita usulkan yang dua kelas ini di PAK," jelasnya. 

Diketahui sebelumnya, SDN 2 Karangpatihan Kecamatan Pulung terancam ambruk. Ini lantaran 3 ruang kelasnya kini kondisinya rusak parah. Bahkan, akibat kondisi ini pihak sekolah terpaksa mengosongkan ruang kelas I dan mengalihkan belajar siswa di ruang UKS. znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru