PONOROGO (Realita)- Pasca kericuhan yang melibatkan ratusan sporter Sekolah Menengah Kejuruan ( STM) Jenangan dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kebonsari Madiun, ajang Futsalimpic yang digelar Sekolah Menengah Atas (SMA) Bakti Ponorogo terpaksa dihentikan pihak Polres Ponorogo.
Hal ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Yudhi Kurnia. Ia mengatakan, penghentian ivent tahunan SMA Bakti itu demi menciptakan rasa aman dan kenyamanan di Ponorogo, pun upaya pencegahan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Baca juga: Puser Muda FC Karang Taruna Desa Pilang Meraih Juara 1 Pra Konferensi Cabang IPNU–IPPNU Wonoayu
" Sementara kita hentikan, sampai menunggu petusan lebih lanjut. Situasi jugan aman kembali," ujarnya, Kamis (17/11/2022).
Baca juga: LPA Jatim Apresiasi MPLS Surabaya: Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Humanis
Niko mengaku saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan kasus ini, sejumlah seporter pun telah dimintai keterangan termasun barang bukti berupa pentungan dan pipa besi yang dibawa oleh seporter Kebonsari.
" Sejauh ini tidak ada yang diamankan, kasusnya juga masih kita selidiki. Pentungan dan besi yang rencananya mau dibuat tawuran dari Madiun kita amankan," jelasnya.
Baca juga: Hari Pertama Sekolah, LPA Jatim Ajak Wali Murid di Surabaya Dampingi Anak ke MPLS
Diketahui sebelumnya, ratusan seporter dari SMKN 1 Kebonsari Madiun dan STMJ terlibat kericuhan saat akan menghadiri pertandingan futsall di GOR Singodemedjo. Akibat saling ejek ke dua kelompok seporter ini terlibat saling kejar, hingga dibubarkan paksa oleh petugas Polres Ponorogo yang berjaga dilokasi. Batal bentrok di areal jalan baru, seporter SMKN 1 Kebonsari Madiun lantas melakukan perusakan dengan memecahkan kaca GOR dan menjebol pagar, serta merusak neon box logo nama STMJ.znl
Editor : Redaksi