MADIUN (Realita)- Pemkot Madiun berencana membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di lokasi makam cina atau Bong Cino di jalan Hayam Wuruk, Kota Madiun, Jawa Timur.
Rencana itu digagas Walikota Madiun, Maidi untuk memfasiliasi masyarakat yang selama ini menghuni makam Bong Cino. Apalagi jumlahnya mencapai 60 kepala keluarga. Menurutnya, setelah melihat kondisi dilapangan, ia merasa prihatin dengan kondisi masyarakat yang tinggal di Bong Cino. Sehingga, pembangunan Rusunawa diharapkan dapat menampung mereka.
Baca juga: Optimalkan PAD, Pemkot Madiun Bersama Polisi Tertibkan Kendaraan dan Ingatkan Wajib Pajak
“Di Kota Madiun namanya bukan Rusunawa, tetapi akan kita buat seperti Apartemen. Kan orang tidur di situ sekarang tidak takut, buktinya banyak yang tidur diatas kijing. Maka dengan dibuatkan Apartemen disitu, malah mereka senang tho,” katanya, Rabu (16/6/2021).
Saat ini, pembangunan Rusunawa di atas makam masih sebatas rencana. Masih ada opsi lain, yakni dibangun ruang terbuka hijau (RTH). Namun semua itu masih menunggu hasil studi kelayakan dari tim.
“Kita kaji yang paling berguna bagi masyarakat. antara Rusunawa atau RTH. Dan melihat kebutuhan. Kalau sangat dibutuhkan dan sangat bermanfaat, apa salahnya dibangun disitu (Bong Cino,red),” ujarnya.
Baca juga: Kembangkan TPPU Maidi, KPK Periksa Pengelolaan Keuangan DKPP Kota Madiun
Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Madiun, Totok Sugiharto menuturkan, upaya yang dilakukan Pemkot untuk mengurangi permukiman kumuh, khususnya di kawasan Bong Cino. Apalagi rencana pembanguan Rusunawa ini juga mendapatkan dukungan dari masyarakat yang diusulkan melalui musrenbang.
“Tetapi ini masih perlu kajian dan feasibility study. Antara jadi atau tidak kita lihat dari hasil feasibility study,” katanya.
Baca juga: Pengembangan Kasus TPPU Maidi, KPK Geledah Dinkes Serta Sambangi TPA Winongo
Diketahui, kawasan Bong Cino khusus wilayah Kota Madiun merupakan tanah aset Pemkot Madiun. Sementara untuk keberadaan makam, Pemkot masih sebatas memberikan sosialisasi kepada ahli waris. paw
Editor : Redaksi