PLN Simulasi Amankan Obvitnas Jelang Laga U-17 di Surabaya

realita.co
Pengamanan pada instalasi kelistrikan juga menjadi perhatian penting bagi PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM).

SIDOARJO (Realita)- Memastikan keandalan system kelistrikan untuk mendukung gelaran event internasional FIFA U-17 pada stasiun Gelora Bung Tomo (GBT), pengamanan pada instalasi kelistrikan juga menjadi perhatian penting bagi PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM).

Disampaikan oleh General Manager PLN UIT JBM, Didik Fauzi Dakhlan, pengamanan terhadap infrastruktur kelistrikan sebagai bagian langkah memastikan pasokan kebutuhan listrik aman untuk kebutuhan pelanggan.

Baca juga: Komitmen Hijau Berbuah Prestasi, PLN UIT JBM Sabet Dua Penghargaan Platinum Indonesia Green Awards 2026

“GI (Gardu Induk) 150 kV Waru merupakan objek vital nasional (obvitnas) sebagai  pemasok dan pengatur tenaga listrik Jawa Timur dan Bali yang keberadaannya sangat vital juga menjadi salah satu sumber pemasok kebutuhan listik untuk gelaran event FIFA U-17 di stadion GBT, sehingga diperlukan pengamanan khusus dalam mencegah dan mengantisipasi kondisi keadaan darurat yang mungkin terjadi dari tindakan kriminal, unjuk rasa, ancaman terorisme termasuk ancaman bom”, terang Didik.

Baca juga: PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

Lebih lanjut Didik menyebut, pengamanan ini dilakukan melalui simulasi tanggap darurat yang menjadi agenda rutin tahunan. “Instruksi penanggulangan kondisi darurat ini setiap tahun wajib dilakukan agar prosedur dan instruksi kerja yang telah dibuat dapat diimplementasikan dalam melaksanakan pengamanan obvitnas di kawasan instalasi kelistrikan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku dan proses pengelolaan proses bisnis dalam kondisi aman terkendali dan PLN dapat melaksanakan fungsinya sebagai pemasok tenaga listrik dengan optimal. Kali ini, sebagai upaya menyukseskan laga FIFA U-17”, ungkap Didik dalam keterangannya setelah simulasi tanggap darurat dilakukan pada Selasa (31/10).

Disebutkan pula oleh Didik, simulasi tanggap darurat yang dilakukan bersama Brimob Kepolisian Daerah Jawa Timur juga mengedukasi seluruh personel dalam menghadapi kondisi tanggap darurat.

Baca juga: PT Semesta Eltrindo Tuntaskan Uji Commissioning Instalasi Kelistrikan RSUD Tarempa

“Bekerjasama dengan Brimob Polda Jatim, seluruh apparat keamanan termasuk juga petugas GI (Gardu Induk), dan seluruh pegawai diberikan edukasi dalam menghadapi kondisi darurat, dan ini tentu hal yang butuh dilatih terus agar dapat terbiasa sehingga responsive dalam penanganan keadaan darurat”, pungkas Didik.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru