Jembatan di Ponorogo Ini Punya Nama Unik, Bikin Merinding Dengarnya

realita.co
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat melihat progres pembangunan jembatan Sirotol Mustaqim yang kini telah mencapai 70 persen. Foto: Zainul

PONOROGO (Realita)- Kabupaten Ponorogo kembali menyita perhatian publik. Usai viral RSUD tipe D di Kecamatan Kauman yang diberinama Hospitel Bantarangin, kini giliran sebuah jembatan gantung, di Desa Tegalsari Kecamatan Jetis. 

Pasalnya, jembatan gantung sepanjang 100 meter dengan lebar 1,5 meter itu diberinama Sirotol Mustaqim. Sontak siapa saja yang mendengarnya pun merinding, lantaran mirip dengan sebutan jembatan sehelai rambut yang ada Neraka. 

Baca juga: Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Ponorogo, Sekwan dan BPPKAD Diperiksa

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menceritakan latar belakang nama jembatan Sirotol Mustaqim yang dibangun menggunakan APBN senilai Rp 4 miliar tersebut. Ia menyebut bukan tanpa alasan penamaan Jembatan Gantung dari program anggota Komisi V DPR-RI Ali Mufti itu, menggunakan nama Sirotol Mustaqim. Pasalnya, jembatan ini menghubungkan langsung ke kompleks Masjid Tegal Sari dan Makam Kyai Ageng Hasan Besari. 

Baca juga: Catut Nama Ipong di Sidang Korupsi Ponorogo, Eko Agus Minta Maaf dan Akui Khilaf

" Jadi biar jamaah yang lewat sini semakin termotivasi dalam beribadah. Karena jembatan gantung dan tidak lebar makanya diberi nama Sirotol Mustaqim," ujarnya. 

Sugiri mengaku, keberadaan jembatan gantung ini, dapat mempercepat akses ke kompleks Masjid Tegal sari. Bila biasanya jamaah harus memutar melalui pasar Jetis untuk masuk ke kompleks Tegal Sari. 

Baca juga: 200 Pengurus Baru PAC PDI-P Ponorogo Dilantik, Agus Argo Ingatkan Kader soal Regenerasi dan Bahaya Politik Uang 

" Kalau lewat sini hanya berjarak 500 meter saja kita sudah sampai ke kompleks Masjid Tegal Sari. Jadi nanti kendaraanya di parkir di pasar hewan, kedepannya itu akan kami jadikan lahan parkir," pungkasnya. znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru