JAKARTA- Direktur Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, turut menanggapi perihal penurunan iklan videotron calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, di wilayah Jakarta dan Bekasi.
Jerry curiga, penurunan iklan tersebut hanya dimanfaatkan untuk framing kubu Anies-Muhaimin (AMIN) demi memikat hati rakyat dan meningkatkan elektabilitasnya.
Baca juga: Undang-undang Perampasan Aset Disahkan, Direktur P3S : Bisa jadi Target Pertama Jokowi
"Semua bisa dilakukan oleh kubu Anies untuk menaikkan branding politik dengan model seperti ini," kata Jerry kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/1/2024).
Sebab, Jerry juga menyoroti ada sejumlah persoalan yang kerap dikeluhkan oleh kubu AMIN. Dia menduga, kubu AMIN sengaja menuding kubu paslon lain sebagai penyebab dari itu semua.
Baca juga: Sudah 81 Tahun Merdeka, Rakyat Indonesia Belum Sejahtera dan Prabowo Punya Banyak PR
"Saya membaca juga, tim mereka lagi ngeluh seakan-akan tak punya anggaran lebih untuk survei capres mereka. Segala macam cara dengan menuding kelompok lain akar penyebab penurunan elektabilitas mereka," pungkasnya.
Tak hanya itu, Jerry menduga tayangan videotron tersebut memang sengaja diturunkan karena sadar bahwa tidak berefek signifikan pada peningkatan elektabilitas AMIN.
Baca juga: Bikin Gaduh dan Polemik yang Tak Kunjung Usai, Saatnya Relawan Jokowi Dibubarkan
"Saya pikir mereka tahu videotron ini dihentikan. Pasalnya tak mempan menarik simpati publik. Contoh puluhan survei tak ada satupun Anies unggul survei terbaru dari satu lembaga survei tren positif Prabowo terus naik dan mencapai 51 persen. Ada indikasi satu putaran," pungkasnya.jr
Editor : Redaksi