TUBAN (Realita) - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) cabang Tuban, menggeruduk kantor Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja setempat lantaran di anggap tidak pucus dalam membuat surat, Selasa (3/8/2021).
Ratusan orang pekerja berunjuk rasa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada dinas terkait. Kesalahan surat yang dikeluarkan oleh pihak dinas itu sudah sering terjadi, sehingga membuat pekerja berang.
Baca juga: Tolak Kenaikan UMP 2026 Jakarta dan Jabar, Buruh Bakal Demo Depan Istana
Ketua FSPMI Cabang Tuban, Duraji mengatakan, pihak dinas beberapa kali salah dalam menulis surat bagi lembaganya.
Namun saat petugas dinas dikonfirmasi untuk koreksi tidak menjawab, padahal mereka masih masuk berstatus work from home (WFH).
"Mereka pegawai dinas WFH dikonfirmasi tidak balas baik telfon maupun WhatsApp, padahal buat story WhatsApp juga," ujarnya di depan kantor dinas.
Dalam orasinya para buruh membawa tiga tuntutan, pertama pihak dinas harus memberikan klarifikasi atas kesalahan dalam penerbitan bukti pencatatan Serikat pekerja.
Kedua, menuntut komitmen pihak dinas memberikan standar pelayanan, meskipun WFH.
Baca juga: Bos Buruh Ungkap Ditelepon Petinggi Negara, Nasib UMP 2026 Tinggal Tunggu Tanda Tangan Presiden
Ketiga, meminta bupati Tuban mengevaluasi Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja.
Bahkan, buruh juga menyegel secara simbolis kantor dinas sebagai bentuk kekecewaan karena tidak ditemui pihak terkait.
"Kita segel kantornya, ini sebagai bentuk kekecewaan, karena alasannya banyak yang WFH," pungkasnya.
Baca juga: Bupati Gresik Jawab Tuntutan Ratusan Buruh yang Datangi Kantornya
Aksi buruh FSPMI ditemui oleh perwakilan dinas Kasi penyelesaian perselisihan Hubungan Industrial, Yoyok Imam S.
Ia meminta maaf atas kesalahan pencatatan yang dilakukan oleh pegawai yang membidangi.
"Setahu saya baru salah satu kali, saya mohon maaf karena manusiawi tak luput dari salah," ucapnya di depan pengunjuk rasa.
Editor : Redaksi