SURABAYA (Realita) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (KPw BI Jatim) berkolaborasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur pada Rabu (17/07/2024) kemarin menyelenggarakan “East Java Investment Dialogue (EJID) 2024″ dengan tagline ”Boosting Up Growth, Driving Sustainability”.
Bertempat di The Westin Surabaya, acara ini merupakan wujud sinergi bersama untuk mengakselerasi kinerja investasi Jawa Timur yang berkelanjutan, sekaligus sebagai rangkaian dari “East Java Investment Forum (EJIF) 2024” yang akan diselenggarakan pada Oktober mendatang.
Baca juga: Modus Program Perbankan Fiktif, Dua Pegawai BSI Tipu Karyawan Telkom Rp1,4 Miliar
“Solidnya kinerja perekonomian Jawa Timur sejalan dengan realisasi penanaman modal di Jawa Timur yang merupakan tertinggi ketiga di Indonesia. Dalam rangka menciptakan iklim investasi yang lebih efisien dan kondusif, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah membentuk East Java Investment Hub," kata Pj Gubernur Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, dalam sambutannya.
Baca juga: BI Catat Pertumbuhan Uang Beredar Naik 8 Persen, Tembus Rp9.771 Triliun di Bulan September
Lebih lanjut, Kepala KPw BI Jatim Erwin Gunawan Hutapea menambahkan, investasi merupakan salah satu penopang utama perekonomian Jawa Timur, sehingga kegiatan EJID diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung resillensi ekonomi Jawa Timur, khususnya melalui akselerasi investasi yang berkelanjutan.
Dihadiri lebih dari 200 undangan, termasuk 13 investor luar negeri (Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, India, Australia, Singapura, Belanda, Italia, Jerman, dan Bangladesh), EJID 2024 membahas berbagai peluang investasi strategis di Jawa Timur bersama Kementerian Investasi BKPM dan project owners proyek unggulan, one to many meeting, dan one-on-one meeting.
Baca juga: Sinergitas BI Jatim, FEB Unair dan ISEI Dalam Mendukung Kebijakan Daerah
Terdapat 13 proyek Investment Proyect Ready to Offer (IPRO) yang ditawarkan, terdiri dari kawasan industri, kawasan ekonom khusus, infrastruktur, energi, manufaktur, serta pariwisata dengan nilai total potensi investasi hingga lebih dari 40 triliun rupiah. EJID juga sukses memfasilitasi 30 one-on-one meeting pada 13 proyek yang ditawarkan. gan
Editor : Redaksi