WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS ), Joe Biden dibanjiri kritikan tajam setelah memutuskan untuk berlibur di tengah krisis yang terjadi. Biden diketahui tiba di Camp David semalam untuk berlibur.
Kritikan terhadap Biden, yang kebanyakan dari Partai Republik, datang, karena keputusan untuk berlibur ini diambil saat adanya krisis migran di perbatan selatan AS dan juga kemajuan yang didapat Taliban di Afghanistan, saat tentara AS keluar dari negara itu,
Baca juga: Beijing Bantah Lembaga Penelitian di Wuhan Ciptakan Virus COVID-19
“Afganistan jatuh. Inflasi meroket. Perbatasan tidak terkendali. Covid-19 masih ada. Tapi, Joe Biden akan berlibur ke-18 kali ke Delaware sejak menjabat,” kata anggota Kongres AS dari Partai Republik, Jody Hice melalui akun Twitternya. Baca juga: Temuan Ini! Bikin Joe Biden Yakin Banget Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi
Baca juga: Debat Perdana Pilpres AS, Penampilan Joe Biden Buruk dan Mengecewakan
Sen Parnell, seorang veteran militer dan calon anggota Senat AS dari Partai Republik, juga mengkritik keputusan Biden tersebut.“Dunia terbakar, Afghanistan diserbu, inflasi meroket, perbatasan selatan kita kebanjiran dan Biden akan berlibur. Tujuh bulan pertama kepresidenan Biden telah menjadi bencana yang tak tanggung-tanggung bagi Amerika,” ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Sabtu (14/8/2021).
Salah seorang warganet AS bernama Cassandra bahkan menghitung persentase liburan Biden selama dia menjabat sebagai Presiden AS.“Selama 203 hari pertamanya menjabat, Joe Biden telah melakukan 18 perjalanan ke Delaware dengan total 48 hari liburan. Yang berarti dia telah menghabiskan 23,6% hari-harinya sebagai presiden untuk berlibur,” ucapnya.
Baca juga: Joe Biden Blokir TikTok, Instagram dan Snapchat Ambil Kesempatan
Merespon kritikan yang datang, juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan bahwa setiap presiden selalu bekerja di mana pun mereka berada dan apapun kondisinya.sim
Editor : Redaksi