Proyek Jalan Kaligandu-Gempol Disorot terkait Pengggunaan Material, Aliansi Indonesia Minta Audit

realita.co
Pekerjaan betonisasi tanpa besi wiremesh, Kamis (28/11/2024). Foto: Fauzi

CILEGON (Realita) - Proyek pengecoran jalan di Jl. Kaligandu - Gempol Wengan, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, yang menggunakan anggaran fantastis, mendapat sorotan tajam dari Aliansi Indonesia, Badan Pemantau Pencegahan Tindak Pidana Korupsi (BP2 Tipikor).

Berdasarkan pantauan wartawan Realita.co pada Kamis (28/11/2024), ditemukan dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Baca juga: Proyek Betonisasi Jalan Rambutan Cilegon, Diduga tanpa Wiremesh

Pengecoran jalan yang seharusnya menggunakan besi wiremesh sebagai rangka, ternyata hanya menggunakan besi dowel. Temuan ini memicu kekhawatiran mengenai kualitas dan kelayakan pekerjaan yang didanai oleh uang pajak masyarakat.

Sekretaris BP2 Tipikor, Randika Puri, menyatakan kekecewaannya terhadap pekerjaan tersebut. Ia meminta aparat penegak hukum (APH) untuk segera melakukan audit terhadap proyek ini.

"Anggaran yang sangat besar harus diawasi dengan ketat, mulai dari perencanaan, pengawasan, hingga kerangka acuan kerjanya. Semua itu menggunakan uang pajak masyarakat yang harus dikelola dengan baik," tegas Randika.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cilegon, Topan, merespons temuan tersebut.

Proyek pengecoran jalan di Jl. Kaligandu - Gempol Wengan, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon. Foto: Fauzi

Dalam konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Jumat (29/11/2024), Topan menjelaskan bahwa pengecoran jalan tersebut tidak menggunakan besi wiremesh karena spesifikasi beton yang ditetapkan memang tidak membutuhkan material tersebut.

“Masalah besi nanti akan kami cek dulu, karena spek beton-nya memang tidak menggunakan besi wiremesh ,” ujarnya.fauzi

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru