PONOROGO (Realita)- Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Ponorogo, membuat Dinas Petanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) mulai melakukan vaksinasi terhadap sapi terpapar.
Data dari Dispertahankan sejak kemarin ribuan sapi telah divaksin PMK. Tercatat hingga kini 1.200 ekor sapi telah mendapat vaksin PMK. Tak hanya itu Dispertahankan juga telah menambah 3.500 dosis vaksin PMK yang diambil dari Dinas Peternakan Jawa Timur.
Baca juga: Wali Kota Kediri Tinjau RPH, Ditemukan 2 Sapi Terkena Penyakit Cacing Hati
" Dari kita itu 1.200 dosis vaksin ditambah 3.500 dosis vaksin dari Pemprov Jatim sudah kita distribusikan. Saat ini sudah ada 1.200 sapi tervaksin," ungkap Kepala Dispertahankan Ponorogo Supriyanto, Senin (20/01/2025).
Supriyanto mengungkapkan, pemberian vaksin dilakukan di sejumlah daerah yang masuk zona hijau. Sementara sapi di zona merah dilakukan pengobatan.
Baca juga: Tindaklanjuti Kasus PMK di Kota Kediri, DKPP Gencarkan Vaksinasi untuk Lindungi Hewan Ternak
" Vaksinasi baru dilakukan setelah masa inkubasi selama 14 hari. Zona hijau itu yang tidak ada temuan PMK nya. Kalau zona merah Jenangan, Pulung dan Pudak," ungkapnya.
Supriyanto mengaku, dari 500 sapi terjangkit PMK saat ini sudah ada 167 sapi yang dinyatakan sembuh. Bila tren ini berlanjut maka kondisi normal akan terwujud dalam waktu dekat.
Baca juga: DKP3 Pastikan Tidak Ada Kasus PMK pada Hewan Ternak di Kota Depok
" Sudah ada 167 sapi sembuh dari 500 yang terpapar. Setiap hari ini di Puskeswan semua dokter hewan dan petugas venteriner ini rutin melakukan vaksinasi. Harapan kami dengan upaya ini PMK bisa diatasi," pungkasnya. znl
Editor : Redaksi