LAMONGAN (Realita) - Pria asal Lamongan yang akrab disapa Widi Lamong menjadi perhatian orang disekitarnya. Pasalnya, sosok berkacamata yang pernah nekat daftar jadi Calon Bupati Lamongan tahun 2020 ke salah satu partai politik itu, mendadak muncul ditengah aksi unjuk rasa didepan gedung DPRD Lamongan, Senin (17/02/2025).
Padahal selama kurang lebih 4 tahun terakhir ini, pelantun lagu "Lamongan Megilan" itu sudah jarang terlihat, baik di darat maupun di media sosial. Bahkan ada yang mengira hijrah ke Papua.
Baca juga: KPK Agendakan Periksa Eks Kadis Cipta Karya Lamongan Soal Dugaan Korupsi Proyek Gedung 7 Lantai
"Iku Widi Lamong ta? Kok muncul maneh! Tak kiro wis pindah nang Papua (Kok muncul lagi! Saya kira sudah pindah ke Papua," tanya seorang warga di lokasi unjuk rasa. (17/02/205).
Sementara saat dikonfirmasi realita.co, Widi Lamong menjelaskan kehadirannya ditempat tersebut, tak lain turut serta melakukan aksi demo. Bahkan rencananya aksi siang dilakukan dengan mengajak ratusan massa.
"Kami dari komunitas LAbrak Lamongan yang harusnya ada 500 orang. Tapi karena ijinnya mendadak, jadi polisi hanya mengijinkan untuk membawa 50 orang saja," kata pria yang pernah menyebut dirinya sebagai Jokowi Muda itu.
Baca juga: KPK Periksa Ketua KPU dan Anggota DPRD Lamongan, Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Jatim
"Kami menyampaikan aspirasi warga Lamongan dan menuntut perbaikan jalan-jalan yang rusak serta pemberdayaan UMKM. Dan persoalan-persoalan itu wajib dikawal, jangan dibiarkan," ujarnya.
Menurut Widi, proses perijinan bagi para pelaku UMKM juga dinilai perlu dibenahi, supaya para pelaku usaha kecil bisa lebih mudah mengembangkan usahanya. "Pembinaan pelaku-pelaku UMKM di Lamongan yang mengalami kesulitan perijinan, tempat jualan yang diusir oleh Satpol PP, yang harus kita bantu. Jangan hanya diusir, tapi pemerintah harus memberi solusi tempat," tuturnya.
Aksi demo Widi Lamong bersamaan dengan aksi unjuk rasa puluhan Mahasiswa Lamongan yang menuntut soal penanganan kasus dugaan korupsi proyek Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan.
Baca juga: Kasus Dana Hibah Jatim Sempat Mencuat di Lamongan, Tercatat Ratusan Pokmas Penerima
"Demo tadi berakhir jam 2 (siang) dengan damai. Namun pendemo warga Lamongan dan PMII tidak puas dari jawaban wakil dewan Lamongan dan memberi deadline sebelum pelantikan Bupati, supaya kasus korupsi dan jalan rusak bisa ditangani. Salam Perubahan Lamongan jadi bersih, maju, adil, makmur dan berkah," pungkasnya.
Reporter : David Budiansyah
Editor : Redaksi