SURABAYA (Realita)- Ribuan massa berasal dari berbagai kalangan mendatangi gedung DPRD Jatim Jalan Indrapura, Jumat (21/2/2025). Mereka berasal dari masyarakat, akademisi, mahasiswa yang tergabung dalam 'Arek Gerak dan Aliansi Masyarakat Sipil Surabaya dan Jawa Timur.'
Massa aksi 'Indonesia Gelap' mulai mendatangi kantor DPRD Jatim mulai pukul 10.15 WIB. Selain orasi juga menampilkan aksi teatrikal menggambarkan kondisi tanah air saat ini.
Baca juga: Anggaran Sewa Hotel Kecamatan Grogol Disorot, Diduga Tabrak Instruksi Presiden soal Efisiensi
Massa melakukan orasi dengan menyampaikan 4 tuntutan. Mereka menuntut mengesahkan RUU pro rakyat, tolak UU anti rakyat, evaluasi kebijakan yang merugikan rakyat dan batalkan keberpihakan yang membahayakan demokrasi.
Namun sayang, aksi massa bertepuk sebelah tangan. Sebab anggota DPRD Jatim sedang reses.
Massa akhirnya hanya ditemui dua anggota DPRD Jatim dari PDI Perjuangan yakni Fuad Bernadi dan Yordan Batara Goa.
Karena terlanjur marah, massa melempara dua politisi itu dengan botol air mineral.
Baca juga: Ketua DPRD Banyuasin Klarifikasi Isu Efisiensi Anggaran dan Kunker ke Yogyakarta
Insiden tersebut terjadi saat massa melakukan bakar ban dan menggelar orasi. Saat itu, massa kemudian meminta ketua DPRD Jatim untuk keluar menemui.
Saat bertemu dengan massa itu, keduanya menjelaskan bahwa saat ini, anggota DPRD sedang masa reses.
Karena hal ini, anggota DPRD dan pimpinan yang lain belum bisa menemui massa aksi. Tak puas dengan jawaban Fuad dan Yordan, massa lantas melemparinya dengan botol air mineral.
Baca juga: Efisiensi Anggaran di Jombang Dialihkan untuk Program Prioritas
Karena tak kondusif, Fuad dan Yordan kemudian diamankan petugas kembali masuk ke gedung. Sedangkan massa terus melempari botol dari barisan belakang.
"DPR jan#@k, DPR jan#@k" maki massa kepada Fuad dan Yordan, Jumat (21/2/2015).cin
Editor : Redaksi