Ubah Konstitusi agar Bisa Jabat 3 Periode, Presiden Guinea Dilengserkan Paksa

realita.co
Alpha Condé

 

 

Baca juga: KOBAR Deklarasi Dukungan Jokowi 3 Periode

Presiden Guinea, Alpha Condé

Ubah Konstitusi agar Bisa Jabat 3 Periode, Presiden Guinea Dilengserkan Paksa

GUINEA – Presiden Guinea, Alpha Condé kini digulingkan. Sebelunya Conde mengubah konstitusi dengan menghapus pembatasan dua periode lalu dan memenangkan pilihan presiden untuk masa ketiga jabatannya yang curang.

Aksi Presiden itu memicu protes massa. Puluhan orang tewas selama demonstrasi dalam bentrokan dengan pasukan keamanan. Ratusan ditangkap.  Seorang Kolonel Pasukan Khusus Mengatakan Dia Telah Menangkap Presiden Guinea

Kini nasib Alpha Condé tidak jelas setelah sebuah video menunjukkan dia dikelilingi oleh tentara yang menyatakan mereka telah merebut kekuasaan. Mereka mengklaim telah membubarkan pemerintah, menyusul baku tembak selama berjam- jam di dekat istana kepresidenan di ibu kota, Conakry.

Negara Afrika Barat Guinea kaya akan sumber daya alam tetapi bertahun-tahun dilanda kerusuhan dan salah urus.  Sebuah liputan menampilkan sembilan tentara yang mengatakan mereka telah mengambil alih pemerintahan karena korupsi yang merajalela, salah urus dan kemiskinan rakyat.

Baca juga: Soal Jabatan Presiden 3 Periode, Rizal Ramli Puji Megawati

Menyebut diri mereka Komite Nasional untuk Rekonsiliasi dan Pembangunan, mereka mengatakan bahwa konstitusi telah dibubarkan dan akan ada dewan yang membuat konstitusi baru yang lebih inklusif.

“Tugas seorang tentara adalah menyelamatkan negara,” kata Kolonel Mamadi Doumbouya, yang duduk bersama sejumlah tentara di sampingnya, saat membacakan pernyataan tersebut.

“Personalisasi kehidupan politik sudah berakhir. Kami tidak akan lagi mempercayakan politik kepada satu orang, kami akan mempercayakannya kepada rakyat,” kata Doumbouya, seraya menambahkan bahwa konstitusi juga akan dibubarkan dan perbatasan ditutup selama satu minggu.

Doumbouya, yang mengepalai unit pasukan khusus di militer, mengatakan dia bertindak demi kepentingan terbaik negara.

Baca juga: Ada Partai yang Dorong Jabatan Presiden Jokowi Diperpanjang, Itu Konyol!

Sebuah pernyataan yang dibacakan melalui televisi nasional pada Minggu malam bahwa mereka akan bertemu dengan para menteri kabinet Conde dan pejabat tinggi lainnya pada pukul 11:00 GMT pada hari Senin (6/9/2021) di Conakry.

Wartawan Guinea Youssouf Bah mengatakan kepada Al Jazeera bahwa “Sejak pernyataan di televisi nasional itu, para pendukung oposisi turun ke jalan dan ribuan pemuda menari, menyambut mereka,” katanya.

Tapi, Kementerian Pertahanan mengatakan serangan terhadap istana presiden oleh pasukan pemberontak telah dilawan oleh pasukan yang setia kepada presiden.  Situasi masih kacau. Terjadi bentrokan antara kelompok yang berbeda haluan politik. Jadi sangat sulit untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan kendaraan militer berpatroli di jalan-jalan dan memerintahkan penduduk melalui pengeras suara untuk tetap berada di dalam rumah.  “Sebelumnya, satu- satunya jembatan yang menghubungkan ke semenanjung Kaloum, tempat sebagian besar kementerian dan istana presiden, ditutup oleh banyak tentara, beberapa bersenjata berat, ditempatkan di sekitar istana,” kata laporan Reuters.rt

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru