Melalui Tes, Wali Kota Kediri Pastikan ASN Miliki Kesehatan Jiwa dan Psikologi yang Baik

realita.co
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati saat meninjau Tes Psikologi bagi ASN Pemkot Kediri di Ruang Soekarno Hatta, BKPSDM, Selasa, 15 April 2025.

KEDIRI (Realita) - Vinanda Prameswati, Wali Kota Kediri meninjau pelaksanaan Tes Psikologi yang diikuti oleh pejabat struktural, fungsional ahli madya, dan Kepala BUMD di Kota Kediri, Selasa, 15 April 2025.

Tes Psikologi ini merupakan tes kedua setelah Tes Kesehatan Jiwa yang dilaksanakan di Ruang Soekarno Hatta BKPSDM. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri bekerjasama dengan Polda Jawa Timur (Jatim).

Baca juga: Pengabdian Tak Pernah Usai, Gus Qowim Ajak PWRI Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kediri Makin MAPAN

Menurut Wali Kota Kediri, tujuan dilakukan serangkain tes ini untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN )di Kota Kediri yang profesional, berintergritas, dan profesional.

“Hari ini pelaksanaan tes psikologi setelah kemarin tes kesehatan jiwa. Dengan tes ini diharapkan potensi pejabat di Pemkot Kediri bisa tergali," tuturnya.

Mbak Wali, sapaan akrab Vinanda mengatakan, ASN dituntut untuk memiliki kompetensi yang tinggi. Selain itu, ASN juga harus memiliki kesehatan jiwa dan juga kondisi psikologi yang baik.

Pasalnya, dua hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja dari ASN. Khusunya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Nantiny, hasil dari kedua tes ini dapat dijadikan acuan untuk memetakan dan menggali potensi yang dimiliki.

Mbak Wali menjelaskan, Pemkot Kediri berupaya memaksimalkan potensi ASN sehingga dapat bekerja secara optimal.

“Salah satunya dengan menjaga kesehatan jiwa, psikologi, dan kesehatan mentalnya. Jadi, para ASN ini sehat jiwa, raga, dan mentalnya," tuturnya.

Baca juga: Urus KTP Kini Bisa Sejam Jadi, Pemkot Kediri Percepat Layanan Adminduk dari Kelurahan hingga Digital

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha mengatakan, para pejabat di lingkungan Pemkot Kediri yang merupakan peserta tes, diharapkan dapat mengikuti tes kesehatan ini dengan penuh semangat dan bersungguh-sungguh.

Hasil yang nanti didapatkan, lanjutnya, diharapkan dapat membawa manfaat positif tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga berdampak bagi penyelenggaraan pemerintahan untuk menuju Kota Kediri yang lebih baik dan ‘MAPAN’.

"Kalau tidak ada tes kesehatan jiwa dan psikologi ini, kita tidak tahu kondisi psikologi dan kejiwaan kita seperti apa. Alhamdulillah kemarin telah melaksanakan tes kesehatan jiwa dengan lancar dan seluruh peserta dapat hadir dan mengikuti kegiatan ini hingga akhir dengan baik," ujar Gus Qowim, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kabag Psikologi Biro SDM Polda Jatim, AKBP Mujib Ridwan mengatakan, Pemkot Kediri merupakan yang pertama melakukan kerjasama dengan Polda Jatim dalam pelaksanaan tes seperti ini.

Baca juga: Radio Legendaris Kediri Tutup Siaran, RWS: Tunggu Kami Kembali

AKBP Mujib menjelaskan, tes psikologi ini meliputi kecerdasan, kepribadian, dan sikap kerja. Saat ini mengutamakan bagaimana ASN ini bekerja dengan aspek integritas, loyalitas dan tanggung jawab.

Harapannya, ASN yang ada di Kota Kediri dapat bekerja lebih baik lagi. Terlebih lagi, tes psikologi ini tidak hanya memeriksa kondisi saat pelaksanaan tes, namun hasilnya menggambarkan potensi yang dimiliki seseorang.

Menurut AKBP Mujib, tes psikologi ini bukan hasil dari belajar, tetapi hasil dari potensi yang dimiliki sejak lahir.

"Ada standar lulus sesuai norma baku di kita, yakni dengan nilai 61. Jadi seseorang bisa memenuhi kaitannya dengan jabatan yang akan diemban. Kalau tidak memenuhi biasanya kita lakukan konseling apa yang perlu dikembangkan dari potensi seseorang," pungkasnya. (Kyo/ADVDiskominfo)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru