LAMONGAN (Realita) - Lembaga Kesejahteraan Forum Pembinaan Umat (LKS FORMAT) menyatakan kesiapanya untuk menampung anak-anak terlantar dan menjamin kebutuhan sehari-hari hingga memberikan fasilitas pendidikan.
Hal itu disampaikan pengurus LKS FORMAT Lamongan, Moch. Hendra Prastya EP, ditengah proses penyerahan seorang ibu dan tiga anak, warga Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, yang terjaring operasi saat terlantar di wilayah Kota Surabaya, dari Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur kepada Dinas Sosial Lamongan.
Baca juga: Ditelantarkan dan Diduga Ada Keterangan Palsu Dalam Proses Cerai, Ibu 2 Anak Polisikan Suami
"Kami akan menampung anak-anak itu dan memberikan fasilitas pendidikan, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti uang saku, makan dan minum," ungkap pria yang juga menjabat sebagai kepala sekolah SMP di Yayasan Pendidikan Thoriqul 'Ulum, Desa Made, Kecamatan/ Kabupaten Lamongan itu di Dinas Sosial Lamongan. Senin (21/04/2025).
Meski demikian, masih menurut Hendra, karena kami hanya bisa menampung anaknya, maka harus tetap meminta persetujuan dari orang tuanya, apakah boleh anaknya tinggal di panti asuhan dan sebaliknya apakah anaknya mau tinggal di panti asuhan? Jika salah satunya menolak, maka kami tidak bisa memaksa. Karena gak mungkin kita paksakan untuk pisahkan mereka," paparnya.
Ditempat yang sama, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Karanggeneng, Dian Muflihah, menjelaskan ibu dan anak tersebut sudah menjadi catatan dan pembinaan. Bahkan kerap mendapat bantuan dari Pemerintah desa tempat tinggalnya.
"Tapi mereka masih kembali ke jalanan," kata Dian saat mendampingi ibu dan anak-anak tersebut di Kantor Dinas Sosial di Jalan Kusuma Bangsa Lamongan. Senin (21/04/2025).
Baca juga: Ahli Perdata Sebut Jika Belum Bercerai, Uang Samuel Kepada Istrinya Adalah Nafkah
"Tadi dari Dinas Sosial Propinsi (Jatim) diserahkan ke Dinas Sosial Lamongan, dan rencananya anak-anak ini ditampung ke Panti Asuhan melalui LKS FORMAT. Karena kasihan kalau anak-anak itu terus-terusan dijalanan dan harus mendapat pendidikan yang baik," terusnya.
Proses penyerahan siang itu, juga menghadirkan pihak Pemerintah Desa sebagai saksi.
Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun, Ibu dan 3 orang anak tersebut kerap melakukan aktivitas dijalanan dan terjaring penertiban. Bahkan ketika diamankan di Surabaya saat itu, Ibu dari ketiga anak asal Lamongan tersebut mengaku sedang mencari pekerjaan.
Baca juga: Kasus Dugaan Penelantaran Rumah Tangga Samuel, Ahli Hukum Sebut Tidak Memenuhi Unsur
Sementara suami atau ayah dalam keluarga tersebut, belum diketahui keberadaanya.
Reporter : David Budiansyah
Editor : Redaksi