JEMBER (Realita) – Memasuki Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jember menegaskan komitmennya dalam memastikan layanan penukaran uang berlangsung aman, tertib, dan mudah dijangkau masyarakat.
Sebanyak 31 titik penukaran resmi disiapkan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang layak edar di lima kabupaten wilayah kerja.
Total kebutuhan uang tunai yang diproyeksikan perbankan tahun ini mencapai Rp1,93 triliun untuk wilayah Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.
Angka tersebut sedikit menurun sekitar 1 persen dibanding realisasi tahun 2025 sebesar Rp1,949 triliun. Penurunan tipis ini dinilai sejalan dengan meningkatnya transaksi non-tunai, meski kebutuhan uang pecahan kecil dan besar relatif stabil menjelang hari raya.
Kepala Perwakilan BI Jember, Iqbal Reza Nugraha, menyatakan kesiapan pasokan uang telah dihitung secara cermat berdasarkan proyeksi kebutuhan perbankan dan pola musiman tahunan.
“Kami memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah dan pecahan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Untuk memperluas akses, BI Jember menghadirkan 10 titik kas keliling, 1 titik penukaran terpadu bersama perbankan, serta 20 titik penukaran di loket perbankan yang tersebar di lima kabupaten.
Layanan ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil masyarakat, tetapi juga untuk menarik uang tidak layak edar (UTLE) dari peredaran melalui pemanfaatan aplikasi PINTAR.
Iqbal menekankan bahwa masyarakat diimbau melakukan penukaran hanya di lokasi resmi yang telah ditetapkan.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penukaran di tempat tidak resmi karena berisiko terhadap uang palsu maupun pungutan liar. Gunakan layanan resmi Bank Indonesia dan perbankan agar aman dan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Hingga 13 Februari 2026, BI Jember mencatat Net Outflow sebesar Rp525,8 miliar, terdiri dari Inflow Rp127,7 miliar dan Outflow Rp653,5 miliar. Arus keluar uang tersebut diperkirakan akan terus meningkat mendekati Lebaran, mengikuti pola tahunan yang menunjukkan lonjakan kebutuhan uang tunai untuk belanja, zakat, dan tradisi berbagi.
“Kenaikan arus keluar uang menjelang Idul Fitri adalah fenomena musiman yang wajar. Kami terus memantau pergerakannya agar likuiditas tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar,” jelas Iqbal.
Selain layanan penukaran, BI Jember juga mengintensifkan edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat. Warga diajak mengenali ciri keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta menjaga kualitas uang dengan prinsip 5J: Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi.
Iqbal menambahkan, edukasi tersebut penting agar masyarakat tidak hanya mendapatkan uang layak edar, tetapi juga turut menjaga kualitas Rupiah di peredaran.
“Kami berharap masyarakat memanfaatkan seluruh layanan resmi yang telah disiapkan. Dengan penukaran di tempat yang tepat dan pemahaman yang baik tentang Rupiah, peredaran uang selama Ramadan dan Lebaran bisa berjalan aman, tertib, dan lancar,” pungkas Iqbal.rdy
Editor : Redaksi