Mengapa Kita Ngiler saat Tidur?

realita.co
Ilustrasi ngiler.

SURABAYA (Realita) – Banyak orang mengalami ngiler saat tidur, terutama ketika tidur dalam posisi miring. Kondisi ini umumnya tergolong wajar. Namun, dalam beberapa kasus, produksi air liur berlebih bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.

Menurut dr. Rizki Azaria, MMR, ngiler terjadi akibat disfungsi koordinasi antara mekanisme menelan. Saat tubuh beristirahat, sebagian besar otot, termasuk otot wajah dan sekitar mulut, menjadi lemas. Di sisi lain, otak tetap menginstruksikan kelenjar untuk memproduksi air liur.

Karena refleks menelan untuk sementara "mati" selama tidur, air liur pun menumpuk di dalam mulut dan bisa mengalir keluar, terutama bila posisi tidur miring.

"Ditambah mulut yang cenderung terbuka, ngiler saat tidur menjadi hal yang cukup umum terjadi," jelas Rizki, Senin (28/4/2025) dilansir dari Kompas

Dikutip dari Journal Oral Surgery, Oral Medicine, Oral Pathology, Oral Radiology, and Endodontology, produksi air liur dikendalikan oleh sistem saraf otonom yang tetap aktif selama tidur.

Namun, kapasitas tubuh untuk menelan berkurang drastis pada fase tidur nyenyak (non-REM), sehingga air liur lebih mudah menumpuk di rongga mulut.

Penelitian lain dari Journal of Clinical Sleep Medicine juga menunjukkan bahwa posisi tidur miring meningkatkan risiko ngiler. Gaya gravitasi membuat air liur lebih mudah keluar dari mulut yang sedikit terbuka.

Meskipun umumnya tidak berbahaya, Rizki mengingatkan bahwa ngiler berlebihan bisa menjadi gejala gangguan kesehatan tertentu, seperti:

Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi produksi air liur saat tidur antara lain:

Tidur dengan posisi telentang.

Menjaga kesehatan saluran pernapasan, termasuk mengatasi alergi atau infeksi.

Menghindari konsumsi makanan berat sebelum tidur, terutama yang bisa memicu refluks asam.

Melakukan pemeriksaan jika mengalami gangguan tidur seperti sleep apnea.pas

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru