DEPOK (Realita) - Di tengah kesibukan tugas menjaga keamanan, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras menyempatkan diri menyambangi kediaman Jajang, seorang sopir angkot yang menjadi korban penyerangan orang tak dikenal (OTK) di Jalan Siliwangi, Pancoran Mas, Depok.
Kunjungan itu bukan hanya bentuk empati, tapi juga komitmen bahwa Polri hadir bersama rakyat, terutama saat mereka sedang tertimpa musibah.
Baca juga: Nekat Tawuran Saat Ramadan? Siap-Siap Ikut Pesantren Kilat di Polres Metro Depok
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Kapolres mengakui bahwa pihaknya langsung turun tangan ketika mengetahui kabar penyerangan brutal terhadap Jajang.
Batu besar yang dilemparkan pelaku menyebabkan luka di bagian dagu dan patah tulang bahu sopir angkot tersebut.
"Kita hadir di sini mendatangi Pak Jajang. Beberapa saat lalu beliau jadi korban, saat mengemudi angkot dilempar batu oleh seseorang hingga menyebabkan luka. Di dekat bibir ada beberapa jahitan, dan tulangnya patah di bagian bahu," ungkap Kombes Abdul Waras, Selasa (20/5/2025).
Kapolres menyampaikan, pihaknya tak hanya hadir secara moral, tapi juga memberikan bantuan nyata berupa paket sembako.
Kemudian juga dukungan dana awal untuk perbaikan kendaraan angkot milik korban, agar bisa kembali digunakan mencari nafkah.
"Kita beri bantuan sembako dan sedikit bantuan, mudah-mudahan bisa dipakai untuk perbaikan mobil angkotnya. Harapan kita beliau bisa segera bekerja lagi untuk keluarga," ujarnya
Baca juga: Pelayanan Polres Metro Depok Pindah Sementara ke Zamzam Tower, Ini Alasannya
Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal proses hukum hingga tuntas.
Hal itu, tambah Kapolres, dikarenakan korban belum sempat melapor akibat kondisi fisik yang masih pemulihan, tim Satreskrim pun disertakan dalam kunjungan untuk membantu pelaporan.
"Terkait dengan kasusnya sendiri, mungkin saat itu beliau belum sempat lapor karena kondisinya masih sakit. Nah, ini kami bawa juga teman-teman dari Satreskrim untuk memfasilitasi laporan beliau, agar bisa kami tindak lanjuti," katanya.
Saat ditanya soal motif penyerangan, Kapolres menyebut bahwa penyelidikan masih dalam tahap awal karena laporan resmi dari korban belum masuk.
Baca juga: Kolaborasi Ungkap Kasus Kriminal, Polres Metro Depok Beri Penghargaan untuk 56 Personel dan 4 Warga
"Kita belum bisa gali lebih dalam terkait motif dan latar belakangnya karena laporan resmi belum dilakukan. Kalau nanti sudah ada perkembangan, akan kami sampaikan lebih lanjut," jelasnya.
Kapolres berharap kasus kekerasan seperti ini tidak terulang, dan warga bisa beraktivitas dengan aman tanpa khawatir terhadap ancaman dari pihak-pihak tak bertanggung jawab.
"Harapan kita, hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi di Depok dan tidak menimpa masyarakat lainnya," tutupnya. Hry
Editor : Redaksi