Kontes Ayam Tangkas Angkat Nilai Estetika dan Ekonomi Peternak, PATSI Ungkapkan Ini

realita.co
Salah satu pemenang mendapatkan piagam dalam ajang kontes ayam tangkas PATSI di Depok, Minggu (15/6/2025). (Foto: Istimewa)

DEPOK (Realita) - Ratusan pecinta ayam tangkas dari wilayah Jabodetabek memadati salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Jalan Margonda Raya, Minggu (15/6/2025), untuk mengikuti Liga Kontes Ayam Tangkas Indonesia yang dihelat oleh Persatuan Ayam Tangkas Seluruh Indonesia (PATSI).

Ketua Umum PATSI, Kasmanjati menyampaikan, kegiatan ini mengangkat konsep kontes ayam yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, estetika, serta ketangkasan, namun tanpa unsur kekerasan dan perjudian, yang kerap dikaitkan dengan istilah “sabung ayam.”

Kasmanjati dengan tegas menjelaskan perbedaan mendasar antara ayam tangkas dan sabung ayam.

Menurutnya, ayam tangkas adalah ayam ternak yang dilombakan secara sportif dengan sistem penilaian poin, bukan mengadu hingga luka atau mati.

“Kalau sabung ayam pakai jalu dan sering berujung kematian. Kami tidak. Ayam kami dilindungi, jalunya dibungkus,” jelas Kasmanjati.

Kasmanjati menerangkan, jika PATSI telah resmi berdiri sejak 2020 dengan SK Kemenkumham, dan aktif menyelenggarakan kegiatan sejak 2019.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat, menunjukkan bahwa hobi ayam tangkas dapat dilakukan tanpa melanggar hukum.

“Kami ingin buktikan, pecinta ayam tidak harus main judi. Kita buat kontes resmi, bernilai budaya, sekaligus membuka peluang ekonomi,” terangnya.

Dalam pertandingan, kata Kasmanjati, tidak ada taruhan antara individu.

Sistem pertandingan diatur panitia, mempertemukan peternak berdasarkan kategori bobot dan nilai estetika.

Kontes ini tidak semata-mata mengukur ketangkasan ayam, karena terdapat tiga kategori utama dalam sistem penilaian.

Lebih lanjut, Kasmanjati menuturkan, pada ajang ini, sekitar 100 peserta dengan total lebih dari 200 ayam turut berpartisipasi.

Seluruh peserta berasal dari wilayah Jabodetabek, tanpa keterlibatan peserta dari luar daerah.

“Iya peserta Jabodetabek saja, tidak ada yang dari luar (daerah) ” jelasnya.

Selain aspek hobi, kontes ayam tangkas menurutnya juga dapat membuka peluang ekonomi yang tidak sedikit.

Kasmanjati menyebut bahwa satu peternak bisa mempekerjakan hingga tiga pelatih ayam, yang tentu berdampak positif terhadap pengurangan angka pengangguran.

“Bayangkan, satu peternakan bisa membuka lapangan kerja baru. Ini tidak hanya hobi, tapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” paparnya.

PATSI, ucap Kasmanjati, secara bertahap tengah merancang agenda kontes ayam tangkas skala nasional, sekaligus terus melakukan kampanye bahwa ayam tangkas bukan sabung ayam.

“Kami selalu edukasi, bahwa sabung ayam tidak sama dengan ayam tangkas. Tidak ada taruhan, tidak ada individu lawan individu, semua ada sistemnya dari beragam peternak atau farm,” terangnya.

Kasmanjati mengatakan, jika event di Depok ini merupakan bagian dari roadshow PATSI, yang sebelumnya telah digelar di beberapa tempat.hry

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru