TEL AVIV (Realita) - Selama bertahun-tahun, Israel telah menargetkan para ilmuwan nuklir Iran, dengan harapan dapat menghambat kemajuan program nuklir negara itu melalui penargetan otak di balik proyek tersebut.
Kini, ketika Iran dan Israel terlibat dalam konflik langsung yang tak berkesudahan, para ilmuwan di Israel justru menjadi sasaran. Sebuah rudal Iran menghantam institut riset terkemuka yang dikenal atas karyanya di bidang ilmu hayati dan fisika, di antara bidang-bidang lainnya.
Baca juga: Tidak Ada Lagi Tempat Aman di Gaza, 21 Bulan Dibombardir Israel
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam serangan terhadap Institut Sains Weizmann, serangan itu menyebabkan kerusakan parah pada beberapa laboratorium di kampus, memusnahkan riset ilmiah selama bertahun-tahun, dan mengirimkan pesan mengerikan kepada para ilmuwan Israel bahwa mereka dan keahlian mereka kini menjadi target dalam konflik yang terus memanas dengan Iran.
"Ini adalah kemenangan moral bagi Iran," kata Oren Schuldiner, seorang profesor di Departemen Biologi Sel Molekuler dan Departemen Neurosains Molekuler, yang laboratoriumnya hancur dalam serangan tersebut, seperti dilansir AP. "Mereka berhasil melukai permata mahkota dunia sains di Israel."
Selama bertahun-tahun perang bayangan yang mendahului konflik terbuka saat ini, Israel berulang kali menargetkan ilmuwan nuklir Iran dengan tujuan menghambat program nuklirnya.
Israel melanjutkan taktik itu dengan serangan awalnya terhadap Iran beberapa hari lalu, yang menewaskan beberapa ilmuwan nuklir, para jenderal tinggi, serta menghantam fasilitas nuklir dan infrastruktur rudal balistik.
Baca juga: 580 Bayi Prematur di Gaza Berisiko Meninggal
Sementara itu, Iran sendiri juga pernah dituduh menargetkan setidaknya satu ilmuwan Weizmann. Tahun lalu, otoritas Israel mengungkap bahwa mereka menggagalkan sebuah jaringan mata-mata Iran yang merancang plot untuk mengikuti dan membunuh seorang ilmuwan nuklir Israel yang bekerja dan tinggal di institut tersebut.
Mengutip dakwaan, media Israel melaporkan bahwa para tersangka—warga Palestina dari Yerusalem Timur—mengumpulkan informasi tentang ilmuwan itu dan memotret bagian luar Institut Weizmann, namun mereka berhasil ditangkap sebelum bisa melancarkan aksinya.
Dengan tingkat keberhasilan penetrasi intelijen Iran ke Israel yang jauh lebih rendah dibandingkan keberhasilan Israel di Iran, rencana-rencana tersebut belum pernah terwujud, sehingga serangan pekan ini terhadap Weizmann terasa jauh lebih mengejutkan.
Baca juga: Sebut Ladang Pembantaian, Tentara Israel Akui Sengaja Bunuhi Warga Palestina yang Cari Bantuan
"Institut Weizmann memang sudah lama berada dalam bidikan Iran,” kata Yoel Guzansky, pakar Iran dan peneliti senior di Institut Studi Keamanan Nasional, sebuah lembaga think tank di Tel Aviv.rin
Editor : Redaksi