Cerita di Balik Toilet Umum yang Jadi Rumah, Satpol PP Surabaya Gerak Cepat Kembalikan Fungsi Ponten

Reporter : Redaksi
Satpol-PP mengembalikan fungsi ponten umum di Taman Lumumba, Ngagel, Surabaya, Rabu (2/7/2025)

SURABAYA (Realita)— Ketika sebuah toilet umum di tengah taman kota mendadak viral di media sosial karena berubah fungsi menjadi “rumah”, Pemerintah Kota Surabaya pun tak tinggal diam. Tepat di Taman Lumumba, Ngagel, Surabaya, kisah tentang ruang kecil yang beralih fungsi selama 15 tahun ini berakhir pada Rabu (2/7/2025).

Viralnya video berdurasi singkat itu sempat mengundang keprihatinan banyak orang. Dalam rekaman tersebut, seorang pengunjung taman tampak hendak menggunakan fasilitas toilet umum atau yang biasa disebut ponten namun pintu ponten justru membuka potret lain, ruangan penuh perabotan rumah tangga, seperti kursi, kasur lipat, hingga perlengkapan memasak. Toilet yang seharusnya bisa diakses publik, berubah menjadi ruang tinggal bertahun-tahun lamanya.

Baca juga: Satpol PP Surabaya Tertibkan 22 Bangunan Liar di Ketintang Permai, Amankan Aset dan Fasum Pemkot

Menanggapi kondisi ini, Satpol PP Kota Surabaya bersama perangkat wilayah setempat langsung mendatangi lokasi. Bagi Camat Wonokromo, Maria Agustin Yuristina, viralnya video di media sosial justru menjadi alarm penting untuk bertindak cepat.

“Kadang kita luput, padahal ini adalah fasilitas umum. Terima kasih kepada warga yang sudah merekam dan membagikannya,” tutur Maria.

Maria bercerita, penghuni ponten ternyata sudah menempati toilet umum itu sejak 2010. Dalam kesehariannya, ia juga menyewakan sebagian ruang ponten untuk kepentingan umum.

Meskipun begitu, penghuni toilet tersebut bersikap kooperatif ketika Satpol PP datang. Dalam semalam, barang-barang rumah tangga yang selama ini memenuhi ruang toilet dipindahkan ke rumah tinggal miliknya yang masih berada di kawasan Kecamatan Wonokromo.

“Untuk barang-barangnya kami bantu angkut bersama Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup. Pagi ini ponten sudah bersih. Selanjutnya bangunan kami kembalikan pada pemilik yang dulu membangun, sesuai ketentuan,” kata Maria.

Baca juga: Satpol PP Surabaya Tertibkan Puluhan Bangli demi Lancarkan Aliran Air

Namun kisahnya tak berhenti hanya pada pengosongan ruang. Pemerintah setempat juga berupaya menyalurkan pendampingan agar keluarga mantan penghuni ponten itu bisa kembali produktif. Maria menyebut pihaknya sudah melakukan pendekatan, menawarkan dukungan modal usaha, dan memfasilitasi kebutuhan mereka.

“Beliau sempat bilang mau berpikir dulu, barangkali akan berjualan lagi. Kami akan mendampingi semampu kami,” tambahnya.

Ke depan, agar toilet umum itu tidak lagi berubah fungsi, Satpol PP Kecamatan Wonokromo berjanji akan rutin berpatroli. Andi Arvianto, Kasitrantib Kecamatan Wonokromo, menyebut pengawasan di area publik perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Baca juga: Menata Ulang Kaki Suramadu: Di Balik Penertiban 129 PKL oleh Satpol PP Surabaya

“Ponten ini harus kembali ke fungsi awalnya sebagai toilet umum. Kami tidak ingin ada kejadian serupa terulang,” ujarnya.

Bagi Maria, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keindahan dan keteraturan kota tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga partisipasi warga. “Kalau melihat hal-hal seperti ini, jangan sungkan melapor ke RT, RW, kelurahan, atau kecamatan. Kita jaga bersama Surabaya tetap tertib dan nyaman untuk semua,” pungkasnya.

Di balik pintu toilet umum yang kembali kosong, ada cerita hidup yang tak kalah penuh pelajaran: tentang ruang, keterbatasan, dan keharusan saling menjaga agar ruang publik tetap milik bersama.yudhi

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru