TOKYO (Realita) – Jepang tengah menghadapi ujian berat berupa cuaca ekstrem yang tak lazim dan sangat menantang: banjir bandang akibat curah hujan tinggi yang melanda Tokyo dan Kyushu, disusul gelombang panas yang mencatat suhu hingga 38 °C. semua dalam semboyan “musim hujan” yang seharusnya menandai kondisi lebih sejuk.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan hujan lebat selama beberapa hari, memecahkan rekor dan mendorong sungai meluap hingga kawasan permukiman serta pusat kota Tokyo terendam dengan kedalaman air mencapai satu meter
Baca juga: Cuaca Ekstrem Sebabkan Dua Pohon Tumbang di Depok
Di wilayah barat daya, khususnya Kyushu dan Fukuoka, hujan ekstrem memicu tanah longsor dan evakuasi massal setelah termasuk ke dalam kategori siaga tertinggi
Baca juga: Hadapi Cuaca Ekstrem, PLN Imbau Masyarakat Tetap Waspada
“Peringatan tanah longsor, banjir, dan angin kencang kami keluarkan untuk delapan prefektur,” ujar pihak berwenang JMA, sebagai tindak lanjut terhadap kondisi alam yang tidak menentu
Belum hilang dampak banjir, suhu ekstrem justru menyusul: Tokyo menyentuh 34 °C pada pertengahan Juni, sementara kota-kota seperti Kofu, Gunma, dan Shizuoka mencatat hingga 38 °C–40 °C, jauh di atas rata‑rata normal dan masih dalam fase musim hujan
Baca juga: Waspadai Cuaca Ekstrem di Kota Batu, Sejumlah Pohon Menjadi Korban
Mengingat sebelumnya, Fenomena langka di Jepang ini sempat memicu puluhan kematian akibat heatstroke, terutama di kalangan lansia, serta perawatan medis terhadap ratusan lainnya di tahun 2024. Menanggapi krisis dua musim ini, pemerintah pusat dan pemerintah daerah cepat bertindak: membuka fasilitas publik sebagai tempat berlindung sejuk, mendirikan “shelter pendingin” dengan water mist, dan mendistribusikan air bersih serta imbauan keselamatan.cin
Editor : Redaksi