BARCELONA (Realita)- Pesta ulang tahun megabintang muda Barcelona dan Timnas Spanyol, Lamine Yamal, sedang menjadi sorotan tajam di Negeri Matador.
Pemain yang baru saja genap berusia 18 tahun itu kini terancam menghadapi konsekuensi hukum serius usai menggelar perayaan mewah yang diduga melibatkan tindakan diskriminatif terhadap penyandang disabilitas.
Baca juga: Pemkot Kediri Perkuat Pendidikan Disabilitas
Pesta ulang tahun tersebut digelar Sabtu (12-7-2025) malam waktu setempat di sebuah kota pesisir tak jauh dari Barcelona, dengan jumlah tamu undangan mencapai sekitar 250 orang.
Acara itu berlangsung hanya satu hari sebelum para pemain Barcelona dijadwalkan kembali menjalani tes pramusim.
Kendati sejumlah anggota skuad dilaporkan meninggalkan lokasi lebih awal, pesta tersebut kini menjadi bahan penyelidikan lantaran konten dan elemen hiburan yang dinilai problematik.
Asosiasi Achondroplasia dan Displasia Rangka Lainnya (ADEE) mengumumkan bahwa mereka akan menempuh jalur hukum terhadap Lamine Yamal.
Hal ini menyusul laporan bahwa dalam pesta tersebut, beberapa orang dengan dwarfisme (tubuh kerdil) dipekerjakan sebagai bagian dari hiburan, sebuah praktik yang secara eksplisit dilarang dalam hukum Spanyol.
Baca juga: Anak Disabilitas Purwakarta Dituduh Maling di Karawang, Dihakimi Massa hingga Koma
Larangan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Penyandang Disabilitas, yang menegaskan bahwa tindakan memperolok, merendahkan, atau menggunakan perbedaan fisik seseorang sebagai bentuk hiburan dapat digolongkan sebagai pelanggaran serius.
Jika terbukti bersalah, pelanggaran ini dapat dikenai sanksi denda antara 600.000 hingga 1 juta euro.
Hingga saat ini, Barcelona belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus yang menyeret satu di antara bintangnya tersebut.
Baca juga: Rotary Club dan Ruang Pasien Hadirkan Kemerdekaan Bermakna bagi Anak Istimewa
Lamine Yamal telah kembali bergabung dalam sesi latihan klub pada Minggu (13-7-2025) pagi waktu setempat, seolah tidak terjadi apa-apa.
Namun, jika tuduhan yang disampaikan ADEE terbukti benar, Lamine Yamal bukan hanya harus berhadapan dengan krisis citra, tetapi juga ancaman hukum yang sangat serius.bol
Editor : Redaksi