JAKARTA (Realita)- Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan ratusan orang guru yang mundur karena tidak memenuhi panggilan penugasan untuk mengajar adalah mereka yang diterima di Sekolah Rakyat yang belum beroperasi.
"Ya, karena sekolahnya belum beroperasi, sehingga kami pastikan tidak mengganggu kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah maupun matrikulasi," kata Mensos Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Mendikdasmen Masukkan Bahasa Inggris sebagai Mapel Wajib SD Tahun 2027, Jember Diminta Bersiap
Berdasarkan data Kementerian Sosial (Kemensos) tercatat ada 143 guru dari total 1.469 guru yang telah lolos seleksi untuk mengajar di Sekolah Rakyat memilih mengundurkan diri atau tidak memenuhi panggilan penugasan.
Alasan pengunduran diri guru didominasi oleh penempatan yang jauh dari domisili serta hasil optimalisasi formasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang membuat sejumlah guru ditempatkan daerah lain atau di luar provinsi asalnya.
Baca juga: Dorong Pendidikan Inklusif, Pemerintah Wajibkan Toilet Ramah Disabilitas di Semua Sekolah
"Mereka itu sudah dinyatakan lolos tapi tidak memenuhi panggilan. Ya, apapun itu kami menghargai keputusan para guru dan menyerahkan proses lanjutan sepenuhnya kepada BKN sebagai lembaga yang menangani status kepegawaian," kata Mensos Saifullah Yusuf
Meski begitu Mensos menegaskan bahwa Kementerian Sosial memastikan posisi guru Sekolah Rakyat yang mengundurkan diri langsung digantikan oleh guru pengganti yang juga melalui proses seleksi resmi.
Baca juga: Mensos RI Kunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas di Brondong Lamongan
Mekanisme seleksi dan penggantian guru di Sekolah Rakyat jenjang SD-SMP-SMA dilakukan secara terstruktur oleh satuan tugas nasional yang melibatkan Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta panitia rekrutmen pegawai pemerintah.
"Guru yang lain tidak ada masalah, mereka menerima ketentuan yang melekat sebagai guru Sekolah Rakyat, salah satunya ya siap ditempatkan di mana saja itu," kata Mensos Saifullah Yusuf.rin
Editor : Redaksi