PONOROGO (Realita)- Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf melakukan sidak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 5 Kabupaten Ponorogo, Senin (04/08/2025).
Dalam kunjungannya, Mantan Wali Kota Pasuruan ini melihat langsung proses belajar mengajar yang diikuti 119 siswa jenjang SD, SMP dan SMA tersebut. Tak hanya itu, Saifullah Yusuf juga melakukan dialog dengan orang tua siswa dan 43 tenaga pengajar di sekolah yang berada di kompleks IKM Tambakbayan tersebut.
Baca juga: 600 Ribu Lebih Penerima Bansos Gunakan Uang Bantuan Untuk Judol, Mensos RI: Kita Black List
Mensos Saifullah Yusuf mengatakan, sebagai sekolah berbasis asrama, Sekolah Rakyat diminta harus bebas dari praktik bullying dan intelorenasi. Pasalnya, hal ini selain dapat merusak citra sekolah rakyat, hal itu tidak sesuai dengan asas pendidikan moral dan akhlak yang juga diajarkan di sekolah rakyat.
" Jadi harus bebas dari bullying, intoleransi, ataupun pelecehan seksual. Kita sudah berikan buku putih kepada seluruh kepala sekolah SR di Indonesia terkait ini dan SOP nya seperti dalam penanganannya," ujarnya.
Mantan Gubernur Jatim periode 2009-2019 ini juga mengaku seluruh siswa SR yang mayoritas datang dari tingkat ekonomi desil 1 ini, akan mendapatkan asrama, seragam sekolah, makan 3 kalo sehari dan snack 2 kali sehari, perlengkapan sekolah, laptop, pemeriksaan kesehatan, talent mapping, kompetensi dasar akademik, dan penguatan kedisplinan.
Baca juga: Mensos RI Kunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas di Brondong Lamongan
" Jadi tidak hanya mendapatkan kompetensi akademik saja, tapi mereka ini juga akan mendapatkan pendidikan karakter, dan didampingi hingga perguruan tinggi atau sesuai minat bakatnya masing-masing," akunnya.
Lebih jauh, Saifullah mengungkapkan hingga awal Agustus ini sudah ada 66 SR aktif yang telah diresmikan di seluruh Indonesia termasuk Ponorogo.
" Ini akan terus berlanjut, 5 Agustus nanti ada 5 titik SR yang diresmikan, 15 Agustus nanti 29 titik. Kita targetkan ada 100 SR aktif sampai akhir Agustus, dan tahun ini kita targetkan bisa tembus 159 hingga akhir 2025 nanti," ungkapnya.
Baca juga: Belum Beroperasi, Banyak Guru Mundur dari Sekolah Rakyat
Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengaku akan mengawal proses jalannya SR di Ponorogo. Bahkan ia berjanji akan berkantor di SR untuk beberapa waktu kedepan. Pun untuk membekali siswa dengan ketrampilan berternak, pihaknya telah menyediakan sejumlah kandang ayam petelur di belakang ruang kelas siswa.
" Tentu akan kita kawal agar SR ini dapat berjalan maksimal. Nah untuk ayam-ayam pertelur ini bisa buat belajar bertenak siswa, yang telurnya bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan gizi anak disini," pungkasnya. znl
Editor : Redaksi