Kirab Budaya, Puncak Perayaan 75 Tahun SD Pius Cilacap

realita.co
Kirab budaya untuk memeriahkan puncak peringatan 75 tahun SD Pius Cilacap, Sabtu (9/8). Foto: Estanto

CILACAP (Realita) - Kirab budaya untuk memeriahkan puncak peringatan 75 tahun SD Pius Cilacap diikuti seluruh siswa serta guru SD Pius Cilacap.

Dalam kirab budaya yang digelar Sabtu (9/8) ini, seluruh siswa dan guru kompak mengenakan pakaian adat Nusantara.

Baca juga: SD Pius Cilacap Miliki Gedung Baru, Diharapkan Jadi Daya Daya Tarik Positif

Mereka berjalan kaki sepanjang Jalan Ahmad Yani, dimulai dari depan SMA Yos Sudarso Cilacap, menuju finish di lapangan Disparpora Cilacap, dengan diiringi penampilan drum band siswa SD Pius.

Kirab tak hanya kompak mengenakan pakaian adat nusantara, para siswa juga tampak membawa jolen hingga gunungan.

"Kirab budaya ini kami selenggarakan sebagai penutup perayaan peringatan 75 tahun SD Pius Cilacap. Seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6, ikut berpartisipasi. Termasuk guru juga," ujar Kepala SD Pius Cilacap, Sr Gracely Mary PBHK.

Tujuan digelarnya kirab budaya ini, selain untuk memeriahkan, juga dalam rangka mengenalkan budaya yang ada di Indonesia kepada siswa.

Baca juga: Bekali Pemuda Depok untuk Berkarya, Karabha Digdaya Gelar Kadaya Bootcamp

"Ini juga sebagai wujud kami mencintai budaya yang ada di Indonesia. Seperti tadi, ada anak yang mengenakan pakaian adat Papua, ada juga dari Jawa, dan lain sebagainya," ungkap Gracely.

Ia menambahkan, kegiatan kirab budaya digelar juga untuk menyambut perayaan HUT ke-80 RI tahun ini.

"Ini baru pertama kali dan anak-anak juga baru mulai berlatih. Paling tidak kegiatan ini untuk mengespresikan diri mereka, dan yang ikut kirab ini tidak ada yang dari luar, semua warga SD Pius Cilacap," katanya bangga.

Baca juga: Kirab Budaya, Tandai AMJ Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun

Melalui kegiatan ini, imbuh Gracely, pihanya juga ingin menekankan karakter, bahwa murid di SD Pius harus berkembang. "Jadi tidak hanya pintar, tapi karakternya juga harus dimiliki. Karena percuma kalau hanya pintar tapi tidak punya karakter," tandas Gracely.

Ia menegaskan, melalui pembangunan karakter, nantinya bisa membangun bangsa Indonesia. "Ini yang kami olah terus-menerus. Oleh sebab itu, kami dari pihak sekolah mengedapankan pendidikan karakter, yaitu ICC (Integrity, compassion, dan competencies)," ujarnya.

Menurut Gracely, ada nilai yang harus dihayati dan harus dipraktikkan oleh anak-anak. "Paling tidak dengan karakter ini, kami merasa bisa membangun bangsa dan negara ini," tutupnya. est

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru