BATU (Realita)- Demo yang terjadi di beberapa daerah yang cenderung mengarah ke anarkis membuat keprihatinan tersendiri M. Anwar seorang penggiat budaya di Kota Batu, yang dituangkan dalam Deklarasi gerakan " Jogo Mbatu "
Aksi ini merupakan respon warga Kota Batu terhadap situasi nasional yang di nilai semakin memperhatinkan. Bertempat Di depan Balai Kota Among Tani, Kota Batu sekira pukul 16.00 WIB. Minggu (31/8/2025)
Baca juga: Batu Tembus Panggung Global Lewat BAIK Film Fest 2026, Diikuti 24 Negara
Menurut Anwar, deklarasi Jogo Mbatu lahir dari kegelisahan masyarakat terhadap berbagai peristiwa di tanah air akhir-akhir ini yang telah menelan banyak korban, dan memudarnya orientasi aspirasi rakyat.
Baca juga: Dinkes Kota Batu Perkuat Layanan Kesehatan hingga Desa, Fokus Tekan Stunting Lewat Pencegahan
Setidaknya ada tiga poin utama yang ditekankan dalam gerakan ini yang pertama, Jogo Kewarasan, berikutnya Warga Jaga Warga dan terakhir, fokus pada Aspirasi dan Waspada Provokasi. Ia juga menyoroti keresahan masyarakat atas maraknya penjarahan, termasuk pada situs-situs budaya di berbagai daerah.
“Kemanusiaan di atas segalanya, tapi kami juga sedih melihat cagar budaya yang berusia ratusan tahun ikut menjadi korban,” ujarnya.
Baca juga: Emak-Emak Penerima Paket Sembako Merasa Terharu Atas Kepedulian Kades Tulungrejo
Menurutnya, Kota Batu memiliki keistimewaan sebagai kota yang adem ayem, kondusif, dan penuh toleransi. “Kita ingin menunjukkan bahwa kondusifitas Batu bukan dibuat-buat, tapi lahir dari partisipasi warganya. Dari Batu, mari kita jaga Indonesia bersama,” pungkas Anwar.ton
Editor : Redaksi