Kepsek SMAN Sukodadi Lamongan Akui Lauk MBG yang Disajikan Bau

realita.co
Fadli, kepala sekolah SMA Negeri Sukodadi

LAMONGAN (Realita) - Persoalan Makanan Bergizi Gratis (MBG) masih terjadi di Kabupaten Lamongan. Salah satunya yang di temukan di SMA Negeri Sukodadi yang baru beberapa kali menerima kiriman makanan.

Kepala SMAN Sukodadi, Fadli, membenarkan hal tersebut dan mengatakan bahwa persoalan itu karena lamanya pengiriman, sehingga membuat lauk yang disajikan memiliki aroma bau tak sedap.

Baca juga: Belasan Siswa SDN 01 Demangan Madiun Diduga Keracunan MBG, Sampel Menu Diuji di Laboratorium

"Saya kira awal kemarin maklumlah, karena baru tahap pertama kali ada MBG disini," kata Fadli saat kepada wartawan. (3/9).

"Datangnya kan setengah 3, lalu mulai masak kan jam 2. Kalau sampai disini jam setengah 3 itu kan bingungnya! karena faktor pengiriman terlambat itu, sehingga sampai terjadi bau. Terutama bau di sayurnya. Kalau ikannya ada satu dua yang seperti itu, yang lainnya enggak," lanjutnya.

Baca juga: Anggaran MBG Rp 1,2 Triliun per Hari Sama dengan Biaya Bangun Jalan Nasional 40 Km

Sementara Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan akan melakukan pengecekan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, sebagai mitra dapur yang menyediakan masakan tersebut.

"Akan segera kita cek. Namun saya yakin itu karena ketidaksengajaan, karena setiap dapur ini ada petugas-petugas SPPG yang selalu mengontrol. Kalau ada satu dua kasus akan cermati lagi, akan kita lihat dan koordinasikan, apakah benar ini kesengajaan atau ketidaksengajaan," tegas Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu. (4/9).

Baca juga: BGN Ingatkan MBG Jangan Dijadikan Ladang Bisnis Semata

Reporter : David Budiansyah

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru