GUNUNG KIDUL (Realita)— Masyarakat Kalurahan Jetis, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, siap menyelenggarakan event olahraga antar kampung dengan tata kelola profesional setelah mengikuti pelatihan hukum dan manajemen dari dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Pelatihan yang digelar pada 18 Juli 2025 itu merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Penyelenggaraan Event Olahraga Antar Kampung yang Berbasis Partisipasi dan Tata Kelola Profesional.” Kegiatan ini dipimpin oleh Dita Perwitasari, S.H., M.Kn., yang menekankan pentingnya kesadaran hukum dan manajemen risiko dalam kegiatan olahraga di tingkat komunitas.
Baca juga: Mahasiswa UNESA Bikin Bangga Indonesia
Menurut Dita, banyak kegiatan olahraga antar kampung selama ini terhambat karena minimnya pemahaman penyelenggara mengenai aspek legalitas dan tata kelola profesional. “Kami ingin masyarakat memiliki dasar hukum yang kuat dan mampu mengelola kegiatan secara akuntabel serta aman bagi semua peserta,” ujarnya dalam rilisnya, Senin (27/10/2025).
Melalui pelatihan tersebut, warga Jetis memperoleh peningkatan kapasitas di tiga aspek utama. Pertama, kesadaran hukum dan legalitas kegiatan. Warga kini memahami pentingnya perizinan resmi dan mitigasi risiko hukum, menggantikan praktik sebelumnya yang hanya mengandalkan izin lisan dari tokoh setempat.
Baca juga: Unesa Dorong Mahasiswa Tangkap Peluang Bisnis Ramadan
Kedua, tata kelola event yang lebih profesional. Masyarakat dilatih menyusun struktur kepanitiaan, membagi tugas sesuai kompetensi, serta membuat proposal kegiatan dan laporan keuangan yang transparan. Model penyelenggaraan ini menekankan nilai partisipasi, akuntabilitas, dan keberlanjutan.
Ketiga, partisipasi yang inklusif. Tidak hanya pemuda dan atlet yang dilibatkan, tetapi juga tokoh masyarakat, perangkat desa, serta kelompok perempuan yang berperan dalam bidang logistik dan publikasi. Keterlibatan lintas kelompok ini memperkuat rasa kepemilikan dan kebersamaan warga terhadap kegiatan olahraga di kampung mereka.
Baca juga: Unesa Kembangkan Program Pembinaan Mental bagi Atlet Muda Petanque
“Dengan tata kelola yang baik, kegiatan olahraga antar kampung tidak hanya menjadi ajang hiburan, tapi juga sarana membangun solidaritas sosial dan ekonomi lokal,” kata Dita.
Ke depan, tim PkM UNESA berencana membentuk tim pendamping lokal serta mengembangkan proyek percontohan dan jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah maupun sektor swasta. Langkah ini diharapkan mampu memastikan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat Gunung Kidul.yudhi
Editor : Redaksi