JEMBER (Realita) – Kantor Imigrasi Kelas I Jember terus memperluas langkah pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penyelundupan manusia melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor.
Salah satu strategi utama yang kini digencarkan adalah pembentukan Desa Binaan Migran Aman untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap prosedur resmi bekerja ke luar negeri.
Baca juga: Masuk Tanpa Dokumen, 6 WNA Bangladesh Disidang Singkat dan Divonis 1 Bulan Penjara
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jember, Eko Julianto Rachmad, menjelaskan bahwa media memiliki peran penting dalam mendukung penyebaran informasi publik secara luas dan akurat.
“Melalui kolaborasi dengan media, kami ingin memastikan masyarakat mendapat pemahaman yang benar terkait migrasi prosedural,” ujar Eko kepada wartawan, Rabu (30/10/2025).
Eko menegaskan, langkah pencegahan tidak hanya ditujukan bagi calon pekerja migran, tetapi juga untuk mengawasi keberadaan dan aktivitas warga negara asing di wilayah Jember dan sekitarnya.
“Kami tindak lanjuti baik yang terkait WNA maupun WNI. Fokus kami tetap pada pencegahan TPPO dan penyelundupan manusia,” tegasnya.
Baca juga: Polda Jabar Ringkus Dua Tersangka TPPO ke China dengan Modus Kawin Kontrak, Tiga Buron
Selain menggandeng media, Imigrasi Jember juga memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri, melalui peran aktif Babinsa dan Bhabinkamtibmas di tingkat desa.
Kerja sama lintas sektor ini diharapkan mampu menekan praktik pengiriman tenaga kerja nonprosedural yang masih terjadi di beberapa wilayah kabupaten.
Menurut Eko, sebagian masyarakat masih tergiur dengan iming-iming cepat berangkat tanpa melalui mekanisme resmi pemerintah, padahal hal itu berisiko tinggi.
Baca juga: Polisi: Penanganan Anak Korban Kekerasan di Jaksel Berjalan Intensif
“Faktanya, masih ada yang memilih jalur nonprosedural. Namun dengan edukasi berkelanjutan, kami berharap angkanya terus menurun,” katanya menutup pernyataan.
Melalui sosialisasi rutin dan penguatan desa binaan, Kantor Imigrasi Jember berkomitmen mewujudkan migrasi aman, tertib, dan bermartabat bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri.
Reporter : Ambang Hari Laksono
Editor : Redaksi