Kebakaran Apartemen Hong Kong Tewaskan Dua PMI Asal Malang

realita.co
Kebakaran Apartemen Wak Fuk Court di Hongkong. Foto: afung

MALANG (Realita) – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Malang setelah dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal wilayah tersebut dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi kebakaran besar di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, Hong Kong, pada Rabu (26/11).

Kebakaran yang terjadi pada dini hari itu melahap sejumlah unit apartemen dan menimbulkan kepanikan besar di gedung bertingkat tersebut. Otoritas Hong Kong mencatat lebih dari seratus korban jiwa, menjadikannya salah satu insiden kebakaran paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir.

Baca juga: Jenazah Dina Martiana, PMI Korban Kebakaran Apartemen Hong Kong, Tiba di Ponorogo

Di antara korban, dua warga Kabupaten Malang tercatat menjadi bagian dari daftar meninggal dunia. Mereka adalah Erawati (37), asal Kelurahan Dampit, dan Siti Khotimah, PMI asal Ngajum.

Nama Erawati menjadi sorotan publik setelah dilaporkan ditemukan tewas dalam keadaan memeluk bayi majikannya. Sang bayi selamat, sementara Erawati menghembuskan napas terakhir di tengah kobaran api saat berusaha melindungi anak majikannya. Aksinya disebut-sebut sebagai bentuk keberanian dan dedikasi luar biasa seorang pekerja migran.

Baca juga: Dua PMI Ponorogo Diduga Jadi Korban Kebakaran Hongkong, Komisi D DPRD Kroscek KJRI

Sementara itu, Siti Khotimah juga dinyatakan meninggal setelah proses identifikasi resmi dilakukan oleh otoritas Hong Kong. KJRI Hong Kong telah membuka posko krisis guna pendataan, pendampingan keluarga, hingga proses pemulangan jenazah ke Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Malang menyampaikan duka mendalam atas tragedi ini dan memastikan akan mendampingi keluarga korban dalam proses administrasi hingga pemulangan jenazah ke tanah air.

Baca juga: Kebakaran Dahsyat Hongkong, Disnaker Cari PMI Ponorogo Jadi Korban

Insiden ini kembali menjadi pengingat betapa berisikonya kehidupan para PMI di luar negeri, terutama terkait keselamatan hunian dan kondisi kerja. Masyarakat dan keluarga kini menanti proses pemulangan sekaligus kejelasan penanganan kasus dari pihak pemerintah.mag

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru