Tampil di Creative Cities Connect, Ponorogo Perkuat Kolaborasi Kota Kreatif Dunia

realita.co
Ketua Focal Point UCCN Ponorogo Veri Setiawan saat memberikan paparan strategi Ponorogo dikancah kota kreatif dunia. Foto: Zainul

PONOROGO (Realita)- Rangkaian Creative Cities Connect 2025 terus berlanjut. Kali ini, giliran Kabupaten Ponorogo yang tampil dalam ajang bergengsi yang diikuti puluhan kepala daerah dari seluruh Indonesia para nominasi Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif 2026.

Dalam forum yang dihadiri bupati dan wali kota se-Indonesia itu, Ponorogo mendapat kepercayaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI untuk menjadi inspirator nasional bagi daerah-daerah yang ingin menuju predikat KaTa Kreatif serta jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Baca juga: Nyaris Tertimbun saat Lelap, Cerita Warga Ponorogo Selamat dari Gempa Pacitan M 6,4

Ponorogo, yang kini resmi menyandang status Kota Kerajinan dan Seni Pertunjukan Dunia, tampil bersama Kota Malang Kota Media Arts Dunia dan Bandung sebagai Kota Desain Dunia.

Ketua Focal Point Ekonomi Kreatif Ponorogo, Veri Setiawan, dalam paparannya di hadapan Tenaga Ahli Madya Kedeputian V Kantor Staf Presiden Cheryl Anelia Tanzil dan puluhan kepala daerah, menegaskan bahwa pembangunan ekosistem ekonomi kreatif tidak dapat dipisahkan dari kolaborasi kuat antara pemerintah dan komunitas, serta dukungan regulasi yang tepat.

Baca juga: Gratifikasi Proyek RSUD Ponorogo, KPK Limpahkan Berkas Tersangka Sucipto ke JPU

“Budaya Reog yang begitu kuat kami angkat sebagai potensi utama sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah. Kuncinya adalah kolaborasi yang solid antara pemerintah dan komunitas,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).

Veri menambahkan, sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang memperoleh dua pengakuan UNESCO sekaligus, Ponorogo terus berupaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan memperluas jejaring kota kreatif baik nasional maupun internasional. Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan posisi Ponorogo di jejaring kota kreatif dunia.

Baca juga: 30 Hektar Tanaman Padi Mati Akibat Banjir, Pemkab Ponorogo Baru Lakukan Pendataan

“Kami membangun komunikasi dengan Kota Ambon sebagai Kota Musik, serta Kota Jinju, Korea Selatan, sebagai Kota Pertunjukan,” tegasnya.

Ia berharap jejaring kota kreatif Indonesia terus berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif nasional, terlebih kini Pemerintah Republik Indonesia terlibat aktif dalam pengembangannya. (znl)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru