SIDOARJO (Realita)- Kondisi sungai di sekitar Jl Beciro, Keling, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, kembali memprihatinkan. Dalam waktu kurang dari dua bulan setelah dilakukan pembersihan, aliran sungai tersebut kembali dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga. Sampah plastik, kantong kresek, botol minuman, hingga sisa makanan tampak mengapung dan mengendap di sepanjang aliran sungai.
Ironisnya, di sepanjang bantaran sungai telah terpasang spanduk dan papan imbauan yang melarang keras masyarakat membuang sampah sembarangan. Namun, peringatan tersebut seakan tidak diindahkan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang masih menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan akhir.
Baca juga: Pemkab Sidoarjo Gelar Pameran Produk Unggulan Daerah “Pasar Murah Ramadan 1447 H” di 10 Kecamatan
Akibat penumpukan sampah ini, aliran air menjadi tersumbat dan menimbulkan bau tidak sedap, terutama saat cuaca panas. sungai di wilayah Keling, Jumputrejo, cukup mengkhawatirkan karena dapat memicu banjir saat hujan deras serta berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan.
Baca juga: Gedung SMPN 1 Gedangan Ambruk, Bupati Sidoarjo Instruksikan Percepatan Pembangunan
Warga berharap adanya perhatian serius dan tindakan tegas dari pihak terkait, baik melalui pengawasan rutin, penegakan sanksi, maupun edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Baca juga: Wabup Sidoarjo dan Sekdaprov Duduk Bersama Dengan Anggota DPR RI Komisi V
Sungai yang seharusnya berfungsi sebagai saluran air justru berubah menjadi tempat penampungan sampah, mencerminkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.mag
Editor : Redaksi