SURABAYA (Realita) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengambil langkah nyata untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Memasuki tahun 2026, MUI Jatim melalui Komisi Pengembangan Dana Umat (PDU) menyiapkan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga, salah satunya dengan menyalurkan bantuan sembako kepada 2.026 anak kurang beruntung di berbagai daerah.
Angka tersebut bukan sekadar hitungan. Di baliknya, tersimpan semangat awal kepengurusan baru PDU MUI Jawa Timur yang ingin mengawali masa khidmat dengan aksi nyata berbagi dan kepedulian.
Baca juga: MUI Lamongan Luncurkan Layanan Digital Konsultasi Keagamaan Umat
Ketua Komisi PDU MUI Jawa Timur, Miftah Jauhari atau Gus Miftah, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih mematangkan konsep sekaligus menyusun struktur kepengurusan. Proses tersebut dilakukan melalui pendekatan komunikasi yang intens dan penguatan ikatan emosional antarpengurus.
Langkah ini menjadi tindak lanjut dari pertemuan taaruf awal yang sebelumnya telah digelar. Menurut Gus Miftah, penguatan komunikasi menjadi kunci agar setiap personalia saling memahami karakter, kapasitas, dan peran masing-masing.
“Pertemuan hari ini merupakan taaruf lanjutan. Kami ingin memastikan kepengurusan Komisi Pengembangan Dana Umat diisi oleh orang yang tepat, di tempat yang tepat, dan pada waktu yang tepat,” ujar Gus Miftah.
Dalam penyusunan struktur organisasi, PDU MUI Jatim mengedepankan musyawarah sebagai prinsip utama. Setiap anggota diberi ruang menyampaikan pandangan, termasuk apabila merasa kurang sesuai dengan bidang yang ditempati atau mengajukan peran yang dinilai lebih relevan dengan kompetensinya.
Tak hanya membahas personalia, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memfinalisasi program awal PDU Jawa Timur. Salah satu agenda prioritas yang segera direalisasikan adalah pemberian santunan kepada anak yatim.
Baca juga: Atasi Polemik Sound Horeg Pemprov Jatim Siapkan Langkah Pendekatan Terbaik
Awalnya, jumlah penerima santunan direncanakan sebanyak 1.447 anak. Namun, melalui diskusi panjang dan berbagai masukan, jumlah tersebut akhirnya disepakati menjadi 2.026 anak yatim. Angka ini dipilih sebagai simbol dimulainya masa pengabdian PDU MUI Jawa Timur pada tahun 2026.
“Program awal ini kami maknai sebagai langkah pembuka. Kami ingin masa khidmat dimulai dengan memberi dan menyantuni, khususnya kepada mereka yang paling membutuhkan,” kata Gus Miftah. Ia berharap, langkah awal ini dapat menjadi fondasi kuat agar program PDU Jatim ke depan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Lebih jauh, PDU MUI Jawa Timur juga menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dengan berbagai lembaga zakat dan filantropi di Jawa Timur. Sinergi ini dinilai penting agar program pemberdayaan umat dapat berjalan selaras dan tidak saling tumpang tindih.
Dalam kepengurusan PDU Jatim, unsur narasi, aksi, dan donasi menjadi pilar utama. Karena itu, para pengurus dipilih dari kalangan yang telah memiliki pengalaman dan kapasitas di tingkat wilayah.
Baca juga: Perkuat Sinergi dalam Kerukunan Umat Beragama Jelang Pilkada Serentak
“Kolaborasi dengan lembaga zakat di Jawa Timur bukan lagi sekadar wacana, tetapi sebuah keniscayaan. Tantangan kami adalah memastikan sinergi ini berjalan harmonis dan saling menguatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PDU MUI Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Mukhrojin, menyampaikan bahwa penguatan organisasi menjadi fokus utama agar PDU dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kepengurusan kami susun sesuai keahlian masing-masing. Kami optimistis MUI Jawa Timur bisa bangkit dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi umat,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto