JAKARTA (Realita)- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap adanya peningkatan jumlah pasien di rumah sakit jiwa (RSJ) akibat kecanduan game dan judi online (judol).
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, dr. Imran Pambudi, menyebut saat ini terdapat 54 RSJ di seluruh Indonesia yang turut menangani kasus adiksi.
Baca juga: Pembatasan Game Online Tak Cukup, Sistem Pengawasan Orang Tua Perlu Diperkuat
“Tadi juga menambahkan kalau yang rumah sakit jiwa ya, jadi memang di Indonesia itu ada sekitar 54 rumah sakit jiwa seluruh Indonesia. Dan kebanyakan memang di rumah sakit2 jiwa itu menangani juga masalah kecanduan,” kata Imran di Sarinah, Jakarta, Jumat (27/2).
Imran menjelaskan, kecanduan yang ditangani tidak hanya terkait internet, tetapi juga judol dan game.
“Dan memang akhir-akhir ini dilaporkan, rumah sakit-rumah sakit jiwa itu mengalami peningkatan tadi Pak. Bukan hanya di Jawa Timur, tetapi di semua daerah,” ujarnya.
Ia mencontohkan kondisi di Rumah Sakit Jiwa Menur yang mengalami lonjakan pasien rawat inap akibat kecanduan.
Baca juga: Menkominfo: Top Up Game Online Itu Judi Online
“Rawat inap untuk kecanduan itu sampai dia over gitu. Jadi maksudnya dia overload. Jadi memang dia harus inden gitu. Kalau mau masuk di rawat di ruangan tadi,” tuturnya.
Selain di Surabaya, peningkatan juga dilaporkan terjadi di Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi dan Rumah Sakit Jiwa Grogol.
Meski tren peningkatan terlihat, Imran mengakui data nasional secara rinci masih perlu diverifikasi.
Baca juga: Kominfo: Judi Online Sasar Anak Lewat Game, denga Cara Mensyaratkan Top Up
“Ya, karena memang pencatatan pelaporannya memang untuk adiksi ini kan, terutama adiksi yang game maupun judol online ini Masih belum bagus, jadi memang tidak rata gitu. Tapi terlihat trennya itu meningkat,” ujarnya.
Menurut dia, lonjakan paling terasa di kota-kota besar, khususnya di wilayah Jawa, meski angka detailnya belum dipaparkan.ang
Editor : Redaksi