MADIUN (Realita) - Kasus pencurian kembali menimpa para petani di wilayah Dusun Selopuro, Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Pada Sabtu (28/3/2026) pagi, tiga unit pompa air dilaporkan hilang dari area persawahan, menambah kekhawatiran warga terhadap keamanan di lahan pertanian.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WIB oleh salah satu pemilik sawah, Wijianto, saat hendak memulai aktivitas di lahannya. Setibanya di lokasi, ia mendapati pintu gubuk dalam keadaan terbuka. Setelah diperiksa, pompa air miliknya sudah tidak berada di tempat.
Baca juga: Pemkot Surabaya Segera Bangun Rumah Pompa Baru di 5 Titik Wilayah Rawan Banjir
“Pagi tadi sekitar jam enam saya ke sawah, dikabari kalau pintu gubuk terbuka. Setelah saya cek, pompa saya sudah hilang,” ujar Wijianto.
Tak hanya miliknya, dua pompa air lainnya milik petani sekitar juga ikut raib. Dengan demikian, total terdapat tiga unit pompa air yang hilang dalam kejadian tersebut.
Wijianto menduga pelaku melakukan aksi pencurian dengan merusak akses masuk.
Gembok pengaman di gubuk miliknya ditemukan hilang, sementara di lokasi lain terdapat tanda-tanda kerusakan.
“Kalau yang punya saya, gemboknya sudah tidak ada. Kalau yang lain, ada bagian yang dirusak,” tambahnya.
Ia memperkirakan pencurian terjadi pada malam hari saat kondisi persawahan sepi tanpa aktivitas. Pasalnya, penggunaan pompa air umumnya hanya dilakukan pada siang hari.
Akibat kejadian ini, para petani diperkirakan mengalami kerugian cukup besar. Satu unit pompa air ditaksir bernilai sekitar Rp2,6 juta, sehingga total kerugian mencapai jutaan rupiah.
Baca juga: Wartawan Jadi Korban, Mesin Pompa Air Raib di Perumahan Alghoni
“Harapannya pelaku bisa segera tertangkap supaya kami bisa kembali merasa aman,” tegas Wijianto.
Kepala Dusun Selopuro, Ahmad Mizan Ghofuri, mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Ia menyebut pencurian di area persawahan kerap berulang, terutama menjelang musim panen ketika aktivitas petani mulai berkurang.
“Memang ini sudah beberapa kali terjadi. Biasanya saat musim seperti ini, lahan cenderung sepi dan rawan pencurian,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak dusun berencana meningkatkan kewaspadaan warga. Selain itu, warga juga akan didorong untuk memasang kamera pengawas (CCTV) di area persawahan serta meningkatkan patroli atau pengecekan lahan secara berkala.
Baca juga: Tinjau Proyek Rumah Pompa PDAM, Wali Kota Eri Pastikan Seluruh Wilayah Teraliri Air
“Kami akan kumpulkan warga, harapannya bisa sepakat untuk pemasangan CCTV dan meningkatkan patroli,” tambah Ahmad Mizan.
Sementara itu, Kapolsek Kebonsari AKP Heru Santoso menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Saat ini, polisi tengah berkomunikasi dengan korban serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
“Masih dalam penyelidikan. Kami masih berkomunikasi dengan korban dan memintai keterangan saksi,” jelasnya melalui pesan singkat.yw
Editor : Redaksi