JEMBER (Realita) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bergerak cepat menangani dampak bencana angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Balung.
Selain melakukan penanganan darurat, BPBD juga langsung menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah.
Baca juga: Polisi Segel SPBU di Jember, Diduga Terlibat Penyalahgunaan BBM Subsidi
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edi Budi Susilo, mengatakan peristiwa angin kencang tersebut terjadi pada Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 13.30 WIB, saat hujan lebat mengguyur wilayah Desa Curah Lele, Kecamatan Balung. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan pohon tumbang yang tidak hanya menutup akses jalan, tetapi juga merusak atap rumah warga.
Dua rumah warga di Dusun Karang Pakem RT 26 RW 09 dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Rumah milik Hasanah (52) yang dihuni tiga jiwa serta rumah Untung As’ad (61) dengan empat jiwa terdampak pada bagian atap. Selain itu, sejumlah perabot rumah tangga juga mengalami kerusakan akibat tertimpa material bangunan.
Menindaklanjuti laporan masyarakat melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember langsung diterjunkan ke lokasi. Petugas melakukan koordinasi lintas sektor, kaji cepat, serta pemotongan pohon tumbang yang menghambat akses warga.
Edi menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu laporan masuk, tim kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, mulai dari evakuasi material pohon tumbang hingga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi,” ujarnya, Sabtu (04/04/2026).
Ia menambahkan, penyaluran bantuan logistik dilakukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam situasi darurat.
Baca juga: Jelang Lebaran, Pemkab Jember Kebut Penutupan Jalan Berlubang
“Kami tidak hanya fokus pada penanganan di lapangan, tetapi juga memastikan bantuan logistik segera diterima warga agar kebutuhan mereka tetap terpenuhi pasca kejadian,” imbuhnya.
BPBD juga menyalurkan berbagai bantuan logistik untuk meringankan beban korban. Bantuan yang diberikan meliputi paket kebersihan, sembako, selimut, terpal, paket khusus lansia, sandang pria, tambahan gizi, hingga lauk-pauk.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, tim juga melakukan pendataan kerugian melalui kajian kebutuhan pasca bencana (Jitupasna). Setelah seluruh penanganan darurat selesai, tim kembali ke markas pada Sabtu, 4 April 2026 pukul 14.00 WIB.
Baca juga: Ekonomi Jember di Atas Rata-Rata Jatim, IPM dan Stunting Masih Perlu Perhatian Serius
Kondisi terkini di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Pohon tumbang telah berhasil ditangani, sementara cuaca terpantau mendung. Tidak ada kendala berarti dalam proses penanganan di lapangan.
Edi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memangkas pohon yang berpotensi tumbang dan memperkuat struktur rumah, terutama bagian atap, guna meminimalkan risiko saat terjadi angin kencang,” pungkasnya.rdy
Editor : Redaksi