KEDIRI (Realita) - Kopi Pagi Pecinan Ngangeni (Kopinang) mulai mendorong kebiasaan baru di kalangan penikmat kopi, yakni membawa tumbler sendiri saat menghadiri kegiatan mereka. Langkah sederhana ini diharapkan mampu menekan penggunaan sampah plastik, khususnya dari gelas sekali pakai.
Koordinator Kopinang, Riza, menjelaskan bahwa gerakan ini berangkat dari kepedulian terhadap tingginya limbah plastik yang dihasilkan dalam setiap kegiatan. Dalam satu kali event, sampah yang terkumpul bahkan bisa mencapai enam hingga tujuh kantong besar.
Baca juga: SSK Masih 10%, Pemkot Kediri Kejar Ketertinggalan dengan Target 10 SD Paripurna di 2026
“Tujuan utamanya tentu untuk mengurangi limbah plastik. Dari situ akhirnya kita jalankan campaign bawa tumbler dapat diskon,” ujarnya.
Sebagai bentuk dorongan, Kopinang memberikan potongan harga Rp1.000 bagi pengunjung yang membawa tumbler sendiri. Selain itu, panitia juga menyediakan merchandise tumbler yang bisa dibeli langsung di lokasi dengan harga Rp65 ribu untuk mendukung kebiasaan tersebut.
Menurut Riza, ide ini sebenarnya sudah muncul sejak awal Kopinang berdiri. Bahkan, pihaknya sempat mencoba menggunakan paper cup berbahan ampas tebu sebagai alternatif ramah lingkungan. Namun, biaya yang lebih tinggi membuat opsi tersebut belum bisa diterapkan secara luas.
Baca juga: Endang Naik Jadi Pj Sekda, Pemkot Kediri Andalkan Perempuan Perkuat Layanan Publik
Seiring waktu, penggunaan tumbler dinilai lebih efektif karena dapat digunakan berulang kali. Selain itu, tren membawa tumbler di kalangan anak muda juga menjadi peluang untuk mengedukasi pengunjung dengan cara yang lebih mudah diterima.
Tak hanya itu, Kopinang juga mulai mengurangi penggunaan sedotan dan tas kresek dalam setiap kegiatan. Meski demikian, Riza mengakui bahwa perubahan kebiasaan ini membutuhkan proses adaptasi dari pengunjung.
“Memang ini gerakan kecil, tapi kami ingin membiasakan dulu. Harapannya, ke depan pengunjung sudah terbiasa membawa tumbler sendiri saat datang ke Kopinang,” tambahnya.
Baca juga: Tarik Ulur Ganti Rugi Hambat Pembangunan Alun-Alun Kediri, Pemkot Minta Komitmen Kontraktor
Kegiatan Kopinang sendiri rutin digelar setiap hari Sabtu. Melalui edukasi yang konsisten, termasuk lewat media sosial, diharapkan kebiasaan sederhana ini bisa berkembang menjadi gaya hidup yang lebih peduli lingkungan di tengah masyarakat.nia
Editor : Redaksi