LAMONGAN (Realita)- Sejumlah abang becak di Lamongan mengaku enggan menggunakan becak listrik bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dibagikan pada 3 Februari lalu.
Salah satunya dikatakan Samsul Hadi, warga Kelurahan Sidokumpul, yang mengaku takut kehabisan daya listrik saat membawa menggunakan becak tersebut. Pasalnya, tempat pengisian baterai hanya ada di Aloon-Aloon setempat.
Baca juga: Wali Kota Kediri Serahkan 200 Becak Listrik Bantuan Presiden ke Tukang Becak
"Takut kehabisan baterai, karena tempat cas nya cuma ada satu di Aloon-Aloon," katanya kepada wartawan.
Terpisah, Darminto, abang becak yang saat itu mangkal di depan RSUD dr. Soegiri Lamongan mengaku cukup terbantu, kerena becak yang ia miliki sebelumnya, kondisinya tidak layak pakai.
"Dipakai saja mas, wong becak dikasih, dikasih Presiden. Cuma kemarin ngambilnya di kantor Bupati sini," ungkapanya.
Baca juga: Presiden RI Bagi-Bagi Ratusan Becak Listrik di Ponorogo, Bakal Jadi Transportasi Wisata
Lebih lanjut, dirinya mengaku untuk mendapatkan becak listrik tersebut tidaklah gratis, namun dikenakan sejumlah uang. "Bayar ke pengurusnya, 100 ribu," ujarnya.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto kembali membagikan becak listrik kepada para lansia yang diserahkan lewat Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Sebanyak 200 unit becak listrik disalurkan kepada para lansia di Kabupaten Lamongan yang diserahkan di Pendopo Lokatantra, Selasa (3/2/2026).
Bantuan ini merupakan wujud kepedulian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap kesejahteraan pekerja sektor informal, khususnya tukang becak, terutama yang berusia di atas 60 tahun, bahkan ada yang 70-an, tapi masih harus bekerja.
Selain mengurangi kelelahan fisik, becak listrik juga dinilai lebih hemat biaya operasional dan ramah lingkungan. Firman menyebut, tukang becak bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga bagian dari wajah kota dan sektor pariwisata daerah.
Reporter: M.Yusuf.Al Ghoni
Editor : Redaksi