Terganjal BPK, Realisasi Anggaran Rp 6 Miliar Fasilitas Penunjang Monumen Reog Ponorogo Mandeg

realita.co
Pembangunan fasilitas penunjang di bawah Monumen Reog belum bisa dilakukan lantaran belum adanya rekomendasi BPK. 

PONOROGO (Realita)- Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk merealisasikan anggaran sebesar Rp 6 miliar yang dialokasikan dalam APBD 2026 bagi pembangunan fasilitas umum di kawasan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) mandeg hingga kini. 

Pasalnya, proses pengadaan barang dan jasa untuk proyek tersebut masih tertunda karena Pemkab Ponorogo masih menunggu hasil audit serta rekomendasi resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca juga: Giliran Kantor Disbudparpora Ponorogo Diobok-Obok KPK, Terkait Proyek Monumen Reog

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kapala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Ponorogo, Luhur Apidianto. Ia menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini, tahap pra-pengadaan maupun proses tender belum dimulai.

"Sampai dengan sekarang memang belum dilaksanakan, baik itu proses pra-pengadaan barang jasanya maupun pengadaan barang jasanya," ujar Luhur saat dimintai keterangan, Senin (27/4/2026).

Baca juga: Fadli Zon Kagum dengan Monumen Reog Ponorogo Lebih Tinggi dari GWK di Bali

Luhur menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah daerah. Terlebih mega proyek multiyears itu sempat menjadi temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat ini, pihaknya memilih untuk menunggu kepastian administratif guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan yang berlaku.

"Memang masih belum ada semacam rekomendasi dari BPK. Karena memang akhir April ini menyelesaikan pemeriksaan, berarti nanti Mei insya Allah sudah keluar rekomendasi atau laporan hasil pemeriksaannya BPK. Jadi itu masih kita tunggu nanti bagaimana kelanjutannya," tambahnya.

Baca juga: Verlap KKS Tingkat Nasional, Ponorogo Mantab Sabet Predikat Wisatara

Diketahui sebelumnya, alokasi dana Rp 6 miliar ini memang telah dianggarkan dalam APBD 2026. Fokus pembangunan diarahkan pada pemenuhan fasilitas umum pendukung di kawasan MRMP di Desa Sampung, Kecamatan Sampung. Fasilitas tersebut di antaranya meliputi kamar mandi, musala, open gate, serta instalasi listrik untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan monumen setinggi 126 meter tersebut. znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru