Polda Jatim Waspadai Hoaks dan Narasi Negatif, Humas Diminta Jadi Sumber Informasi Valid

realita.co
Rapat Kerja Teknis (Rakermis) Bidhumas Polda Jatim Tahun 2026.

SURABAYA (Realita)- Bidang Humas Polda Jawa Timur menyoroti ancaman penyebaran hoaks dan narasi negatif di era digital dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidhumas Polda Jatim Tahun 2026 yang digelar di Surabaya, Kamis (21/5/2026).

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) membuat arus informasi bergerak semakin cepat, termasuk penyebaran informasi palsu melalui media sosial.

Baca juga: Api Perjuangan Polisi Istimewa Surabaya Tak Boleh Padam

 

“Informasi palsu, hoaks, dan narasi negatif sekarang bisa menyebar dalam hitungan menit dan berpotensi memengaruhi situasi kamtibmas,” ujar Kombes Abast.

 

Ia menegaskan, kondisi tersebut menuntut fungsi Humas Polri tidak hanya sebatas menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Baca juga: Polda Jatim Ungkap 178 Kasus 3C Dalam 1 Bulan, Tetapkan 206 Tersangka

 

Menurutnya, Humas Polri harus mampu menjadi sumber informasi yang akurat dan terpercaya dalam meluruskan berbagai bentuk disinformasi di ruang digital.

 

Baca juga: Juara Piala Kapolda Jatim 2026, Tim E-Sport Polres Batu Wakili Jatim di Kapolri Cup

“Humas harus berdiri sebagai sumber informasi kebenaran tunggal yang meluruskan disinformasi secara cepat melalui data dan fakta hukum yang valid,” katanya.

 

Selain memperkuat komunikasi digital, Polda Jatim juga mendorong sinergi dengan media massa sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas informasi publik dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. (Ton)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru